HEADLINERAGAM SPORT

PB FAJI Nilai Arung Jeram Harus Digelar di PON XX Papua, Ada Sungai Layak Jadi Venue

PB FAJI nilai arung jeram harus digelar di PON XX Papua, ada dua sungai layak jadi venue, tampak para atlit arung jeram dan pengurus PB FAJI ketika uji coba venue sungai Sermaway di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu. (Foto : ist/TIFAOnline)PB FAJI nilai arung jeram harus digelar di PON XX Papua, ada dua sungai layak jadi venue, tampak para atlit arung jeram dan pengurus PB FAJI ketika uji coba venue sungai Sermaway di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu. (Foto : ist/TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Ketua Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) menyatakan keberatan bila olahraga arung jeram di coret dari perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua mendatang, karena berdasarkan hasil survey PB FAJI beberapa waktu lalu baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat ada lokasi sungai yang layak dijadikan venue cabang olahraga arung jeram.

“kita sudah lakukan survey lokasi sejak tahun 2016 lalu, ada sungai Sermaway / orya di Distrik Unurum Guay dan Nimbokrang yang layak dijadikan venue untuk cabor arung jeram ini, jadi harus di gelar, sayang kalau cabor ini di coret dari PON XX, karena ada sekitar 200 klub arung jeram menanti moment PON XX di Papua ini”, kata Amalia Yunita, Ketua Umum PB FAJI kepada TIFAOnline, melalui saluran telepon, Senin (4/2/2019).

Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) Amalia Yunita (kiri) bersama Iriansyah, SH, MH, pengurus Pengprov FAJI Papua, (kedua dari kiri), Joni Kurniawan, Sekjen PB FAJI, (kedua dari kanan) dan salah satu pengurus KONI Papua (paling kanan) dalam suatu kesempatan ke Jayapura beberapa waktu lalu. (Foto : Ist/ TIFAOnline)

Menurutnya juga cabang olahraga arung jeram telah menggelar Kejuaraan Nasional setiap tahunnya sejak 1997, bahkan Indonesia telah menjadi tuan rumah Kejuaraan Arung Jeram Tingkat Regional Asia Pasifik di tahun 2010 dan tingkat dunia, World Rafting Championship 2015.

Menurut Amalia Yunita cabang olahraga arung jeram ini memiliki kekhususan bila dibandingkan oleh cabor lainnya, karena venue nya sudah disediakan oleh alam, tidak membutuhkan biaya dan bangunan khusus.

“sungai Sermaway / Orya di Distrik Unurum Guay dan Nimbokrang, Kabupaten Jayapura sangat ideal untuk dijadikan venue, sungai ini letaknya dekat dengan jalan raya dan hanya berjarak 1,5 jam dari Bandara Sentani”, kata Amalia Yunita yang beberapa waktu sempat berkunjung ke Jayapura untuk berkoordinasi dengan KONI dan Panitia PB PON XX.

Menurutnya juga para atlit arung jeram tidak membutuhkan akomodasi seperti hotel yang jumlahnya terbatas di Papua, karena atlit arung jeram siap tinggal di home stay bahkan tenda di lapangan yang menyatu dengan alam.

“Kami ini avonturir yang siap tinggal dimana saja, dalam tenda – tenda di dekat venue juga tidak masalah, bahkan sudah ada beberapa perusahaan sponsorship yang siap menyediakan tenda outdoor dalam event PON XX nanti”, kata Amalia Yunita, Ketua Umum PB FAJI lagi.

Menurutnya sangat di sayangkan bila cabor arung jeram tidak di pertandingkan dalam PON XX Tahun 2020 mendatang, karena selama ini atlit-atlit arung jeram dari berbagai daerah pun telah berlatih keras untuk menghadapi PON XX tahun 2020.

Menurutnya PB FAJI telah membahas dalam Rakernas FAJI 2018 sistem seleksi wilayah karena terbatasnya kuota sebagaimana yang direncanakan berdasarkan Surat Keputusan KONI Nomor : 72 Tahun 2018 tentang Penetapan Cabang Olahraga, Nomor Pertandingan/Perlombaan dan Kuota Atlet Setiap Cabang Olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua.

“Beberapa daerah telah mengadakan seleksi untuk atlitnya yang akan berlaga untuk seleksi di 3 wilayah yang akan dilombakan pada tahun ini yaitu wilayah Sumatera, Jawa Bali & NTB serta Kalimantan dan Sulawesi, untuk atlit Papua akan mendapat ‘greencard’ sebagai tuan rumah, jadi bisa langsung ikut serta dalam event PON tanpa melewati seleksi wilayah yang akan diselenggarakan PB FAJI”, kata Amalia Yunita.

Bahkan untuk mendongkrak atlit arung jeram Papua, Wien Soehardjo, Ketua Bidang Bina Prestasi PB FAJI telah mempersiapkan program latihan bagi atlit Papua dengan pelatih terbaik Indonesia.

“Pelatih-pelatih yang kita siapkan ini sudah pernah mencetak atlit-atlit yang selalu menjadi juara nasioanal dan telah beberapa kali memberikan medali emas bagi tim Indonesia di kejuaraan internasional, jadi bisa melatih atlit arung jeram Papua nantinya”, kata Ketum PB FAJI.

Ketua FAJI Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay, melalui salah satu pengurus Pengprov FAJI Papua, Iriansyah, SH, MH kepada TIFAOnline melalui saluran telepon, Senin (4/2/2019) malam juga menambahkan bahwa dengan di gelarnya cabor arung jeram di PON XX Papua secara tidak langsung mempromosikan pariwisata alam Papua kepada atlit arung jeram dari daerah lain di Indonesia.

“beberapa daerah di luar Papua banyak yang telah mengembangkan destinasi-destinasi wisata petualangan termasuk arung jeram, kami dari FAJI sangat optimis bahwa venue kejuaraan ini suatu hari akan berkembang menjadi tempat wisata yang dapat menggerakan roda ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya, jadi sayang sekali kalau momentum ini tidak di manfaatkan untuk memperkenalkan wisata alam kita lewat cabor arung jeram”, kata Iriansyah, SH, MH.

Menurutnya lagi kenapa PB FAJI memilih sungai Sermaway / Oray di Distrik Unurum Guay dan Nimbokrang, Kabupaten Jayapura karena di kawasan itu juga ada penangkaran burung Cendrawasih, sehingga terdapat asset potensi keanekaragaman hayati untuk mengembangkan lokasi ini menjadi destinasi wisata alam.

“Beberapa sungai di Indonesia yang awalnya menjadi venue kejuaraan arung jeram baik skala daerah, nasional maupun internasional, saat ini telah berkembang menjadi destinasi wisata arung jeram, seperti Sungai Serayu di Jawa Tengah, jadi ke depan sungai Sermaway / Oray ini juga bisa kita kembangkan demikian”, kata Iriansyah, SH, MH.

Menurutnya PB FAJI telah berupaya melakukan koordinasi dengan KONI dan Panitia PB PON XX dan berharap dapat bertemu dengan Gubernur Papua guna memperjuangkan dilombakannya cabor arung jeram pada PON XX mendatang. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan