HEADLINESOSIAL KEMASYARAKATAN

FMBM dan KUMEP Biak Numfor Galang Dana 4 Hari Untuk Korban Banjir Sulsel Terkumpul Rp. 40 Juta Lebih

FMBM dan KUMEP Biak Numfor galang dana 4 hari untuk korban banjir Sulsel terkumpul Rp. 40 juta lebih, tampak anggota FMBM dan KUMEP Biak Numfor. (Foto : ist/ TIFAOnline)FMBM dan KUMEP Biak Numfor galang dana 4 hari untuk korban banjir Sulsel terkumpul Rp. 40 juta lebih, tampak anggota FMBM dan KUMEP Biak Numfor. (Foto : ist/ TIFAOnline)

TIFAOnline, BIAK NUMFOR— Menyikapi banjir bandang yang menimpa sanak kerabat dan keluarga di kampung halaman pada kurang lebih 13 daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, sejumlah masyarakat perantauan asal Sulawesi Selatan (Makassar) yanag bermukim di Kabupaten Biak Numfor yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bugis Makassar (FMBM) melakukan aksi penggalangan dana di seputaran Kota Biak selama 4 (empat) hari.

Sebagaimana release yang diterima TIFAOnline, Sabtu (2/2/2019). aksi galang dana yang juga di dukung oleh sejumlah anggota Pramuka dan Komunitas untuk Melestarikan Ekosistem Papua (KUMEP) Kabupaten Biak Numfor tersebut melakukan aksi penggalangan dana di sejumlah titik keramaian dalam Kota Biak, diantaranya di depan HADI Supermarket, lampu merah Jl. Sisingamangaraja, lampu merah Jalud II mandiri, Pasar Inpres, Pasar Darfuar dan sejumlah kompleks yang di huni oleh warga Bugis dan Makassar yang ada di Kota Biak.

“kegiatan ini kita laksanakan selama 4 hari, melibatkan anak – anak muda FMBM dan juga ada anggota Pramuka dan di bantu juga oleh komunitas KUMEP, dan total dana yang terkumpul selama 4 hari sebesar Rp. 40.868.500”, kata Abdul Wahab, Sekretaris Umum FMBM mewakili Ketua FMBM, H. Abdul Wahid dalam releasenya, Sabtu (2/2/2019).

Sementara itu Ketua KUMEP Kabupaten Biak Numfor, Surya Wiryawan menambahkan bahwa aksi galang dana yang di gelar selama 4 hari tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat Bugis Makassar yang ada di perantauan, khususnya di Kabupaten Biak Numfor.

“karena kami jauh, semoga sedikit rejeki yang berhasil kita kumpulkan ini kami kirimkan ke kampung halaman, semoga bisa sedikit meringankan beban para korban yang masih mengungsi di Jeneponto, Gowa, Maros dan daerah lainnya”, kata Surya Wiryawan, Ketua KUMEP Biak Numfor.

Lebih lanjut Abdul Wahab, Sekretaris Umum FMBM Biak Numfor untuk teknis penyalurannya nanti rencananya akan dibawa langsung oleh pengurus FMBM untuk diserahkan langsung ke lokasi bencana setelah berkoordinasi dengan pemerintah setempat nantinya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya sedikitnya ada 13 daerah di Sulwesi Selatan yang sepekan lalu terkena bencana banjir bandang, meski saat ini air bah sudah mulai menyurut, akan tetapi sejumlah warga masyarakat masih bertahan di tempat pengungsian karena trauma maupun tempat tinggalnya belum bisa di tempati.

Bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor menyebar di 188 desa di 71 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota, yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap, Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

Sementara kerusakan fisik meliputi 550 unit rumah rusak yang terdiri atas 33 unit hanyut, 459 rusak berat, 30 rusak sedang, 23 rusak ringan, dan 5 tertimbun.

Sebanyak 5.198 unit rumah terendam, 16,2 kilometer jalan terdampak, 13.326 hektare sawah terdampak, serta 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pemerintah, dan 65 unit sekolah juga terdampak akibat banjir bandang tersebut.

Sedangkan korban jiwa akibat banjir sesuai dengan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per pekan lalu, kurang lebih ada 68 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.757 orang mengungsi. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan