HEADLINESOSIAL KEMASYARAKATAN

Pondok Pesantren DDI Entrop Terbakar, YBM PLN Langsung Turun Tangan

Pondok Pesantren DDI Entrop terbakar, YBM PLN langsung turun tangan, tampak Rachmat Nur, Manager YBM PLN WP2B saat menyerahkan bantuan kepada Ustad Muhajir, salah satu pengasuh Ponpes DDI Entrop, Kota Jayapura, Papua. (Foto : ist/ TIFAOnline)Pondok Pesantren DDI Entrop terbakar, YBM PLN langsung turun tangan, tampak Rachmat Nur, Manager YBM PLN WP2B saat menyerahkan bantuan kepada Ustad Muhajir, salah satu pengasuh Ponpes DDI Entrop, Kota Jayapura, Papua. (Foto : ist/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Menyikapi kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Entrop, Selasa (12/2/2019) pukul 17.10 WIT yang mengakibatkan dua lantai gedung Ponpes DDI beserta sejumlah peralatan maupun perlengkapan para santri / santriwati, Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik Negara Wilayah Papua dan Papua Barat (YBM PLN WP2B) bergerak cepat memberikan bantuan (turun tangan-Red) sementara guna meringankan beban para korban bencana kebakaran.

“Alhamdulillah, benar, sekitar pukul 21.30 WIT, 4 jam pasca kebakaran, Manager YBM PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Pak Rachmat Nur yang turun ke lokasi sendiri dan menyerahkan bantuan sementara untuk santri / santriwati, khususnya untuk peralatan dan perlengkapan shalat, dan juga bahan makanan”, kata Basri La Ndika, Amil YBM PLN WP2B ketika di konfirmasi TIFAOnline, Rabu (13/2/2019) pagi.

Menurutnya beberapa bantuan sementara yang diserahkan langsung oleh Rachmat Nur, Manager YBM PLN WP2B diantaranya berupa mukena, sarung, jilbab, pakaian dalam untuk santri / santriwati, mie instan 20 doz, air mineral gelas 10 doz, dan air mineral botol 5 doz, yang diterima oleh Uztad Muhajir, salah satu pengasuh Pondok Pesantren DDI Entrop.

“ini bantuan sementara, tentunya para santri / santriwati masih shock dan trauma, apalagi laporan yang kami dapat, semua pakaian, perlngkapan belajar santri / santriwati ludes terbakar, makanya mereka butuh penguatan sementara, setelah ini baru kita lihat apa yang bisa kita lakukan untuk membantu Ponpes DDI, yang pasti kita sudah membuka Posko untuk menampung bantuan dari karyawan PLN khususnya yang sesama muslim, maupun dari masyarakat”, kata Rachmat Nur, Manager YBM PLN WP2B.

Rachmat Nur berharap dalam satu dua hari ini pihaknya bisa mengumpulkan bantuan dari warga masyarakat yang peduli, termasuk juga pegawai PLN berupa pakaian layak pakai untuk pria maupun wanita, buku tulis dan ATK, beras maupun sembako.

“bantuan bisa langsung di antarkan ke YBM PLN Unit Instalasi WP2B di Jalan Baru Abepura, kita berharap paling lambat besok siang (hari ini-Red), ada bantuan susulan yang bisa kita galang untuk para korban”, kata Rachmat Nur lagi.

Ustad Muhajir, salah satu pengelola Ponpes DDI Entrop menjelaskan bahwa kejadian kebakaran di Ponpes DDI Entrop terjadi sekitar pukul 17.10 WIT, namun pihaknya sendiri belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran dimaksud.

“kita beum tahu apa penyebabnya, yang terbakar itu semua lantai 2 dan 3 hangus terbakar, di Gedung Lantai 2 itu Asrama Putri di Lantai 3 juga ada Asrama Putri, juga ada Laboratorium Komputer, kantor Kepala MA, ruang guru, dan juga ruang UKS, jadi semua ludes terbakar”, kata Ustad Muhajir tidak dapat menyemunyikan kesedihannya saat menuturkan insiden kejadian kepada Rachmat Nur, Manager YBM PLN WP2B.

Menurutnya total santriwati yang menghuni Asrama sekitar 80 orang dan seluruh barang – barang perlengkapan belajar maupun sehari – hari ludes terbakar, sedangkan di dalam gedung laboratorium computer terdapat 2 komputer server utama, 18 PC, dan 10 laptop, termasuk juga semua laporan, berkas dan dokumen – dokumen Ponpes yang ada di dalam ruang Kepala MA.

“yah, kasihan santriwati punya perlengkapan semua terbakar, pakaian mereka, seragam, buku – buku, almari, tempat tidur, jadi mereka saat ini semua hanya pakaian yang ada di badan saja”, kata Ustad Muhajir lagi.

Ustad Sunardi, pengasuh Ponpes DDI lainnya menuturkan bahwa kebakaran terjadi pada pukul 17.10 WIT sore hari saat seluruh santri / santriwati lagi istrahat juga ada yang mau mandi dan persiapan jelang Shalat maghrib.

“tiba – tiba saja ada api muncul di gedung lantai 3 dan merembet hingga ke lantai 2 Asrama Putri, dugaan kita sementara ini berasal dari percikan api, korsleting istalasi listrik”, kata Ustad Sunardi.

Akibat kebakaran ini Ponpes DDI Entrop megalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, karena dua bangunan, peralatan pondok berupa laboratorium computer, ruang kantor Kepala MA, ruang guru, ruang UKS, dan asrama santriawati ludes terbakar dan tidak dapat digunakan lagi.

Api berhasil di padamkan sekitar pukul 19.45 WIT, setelah 3 unit mobil Pemadam Kebakaran datang memadamkan kobaran si jago merah.

Terkait bantuan yang di serahkan oleh Rachmat Nur, Manager YBM PLN WP2B, Ustad Muhajir yang menerima bantuan dimaksud mengucapkan terima kasih atas responsive yang diberikan oleh YBM PLN WP2B.

“saya mewakili pengelola dan para santri/ santriwati, mengucapkan Jazakallah Khoiran Katsiroh, kepada seluruh pegawai PLN yang muslim, khususnya YBM PLN WP2B yang sigap dan sangat respon, dalam hitungan jam saja sudah memberikan perhatian kepada kami yang sedang kena musibah ini”, kata Ustad Muhajir usai menerima bantuan dari YBM PLN WP2B, Selasa (12/2/2019) pukul 21.30 WIT.

YBM PLN, adalah organisasi nirlaba yang bernaung di bawah BUMN PLN, dimana yayasan ini bertugas mengelola dana zakat karyawan muslim PLN se- Indonesia yang juga di salurkan kepada umat muslim yang membutuhkan atau mengalami musibah.

YBM PLN selama ini sudah eksis berkontribusi baik dalam bencana – bencana, bantuan bagi umat muslim yang tidak mampu, maupun di bidang pendidikan dan kesehatan, serta kegiatan sosial keagamaan lainnya. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan