HEADLINETANAH PAPUA

Ruas Jalan Terkoyak dan Rusak, Warga Skanto Khawatir Jalur Yoka – Skanto Putus Total

Ruas jalan terkoyak dan rusak, warga Skanto khawatir jalur Yoka – Skanto putus total, tampak kondisi salah satu jalan yang rusak parah. (Foto : ist/Amri/TIFAOnline)Ruas jalan terkoyak dan rusak, warga Skanto khawatir jalur Yoka – Skanto putus total, tampak kondisi salah satu jalan yang rusak parah. (Foto : ist/Amri/TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM– Pasca banjir beberapa waktu lalu, sejumlah infrastruktur jalan yang menghubungkan Kota Jayapura melalui jalur Yoka dengan Kabupaten Keerom di Distrik Skanto mengalami kerusakan yang lumayan parah, bahkan bila tidak di tangani dengan segera, tidak menutup kemungkinan satu – satunya jalur yang menghubungkan Kabupaten Keerom dengan Kota dan Kabupaten Jayapura itu bisa putus total.

“kondisinya makin mengkhawatirkan, om wartawan bisa lihat sendiri, jalanan ini sudah retak, bila terjadi hujan deras lagi, kami khawatir akan ambrol jalan ini”, kata seorang Bapak yang ditemui TIFAOnline di ruas jalan selepas Kampung Alang – Alang.

Dari pantauan TIFAOnline, ruas jalan yang di cor dengan semen di turunan sebuah lereng tersebut sudah retak sebagian, sehingga hanya bisa di lalui dari satu sisi saja. Rupanya tanah di bagian bawah coran tergerus oleh erosi, sehingga ambrol.

“katanya sih ini jalannya provinsi makanya dari kabupaten hanya lihat saja dan tidak ada upaya penanganan dari kabupaten, padahal ini jalan vital bagi kami di Skanto, kalaupun kabupaten tidak bisa tangani, paling tidak di perjuangkan ke provinsi untuk segera mendapat penanganan, jangan tunggu ambrol semua dan putus total”, kata Melky Rumbrawer, salah satu warga lainnya yang mengirimkan beberapa foto kondisi jalan via WhatsApp kepada TIFAOnline.

Dari pantauan TIFAOnline, Jumat (29/2/2019) sedikitnya ada 3 titik jalan yang kondisinya memprihatinkan dan butuh penanganan segera, salah satunya adalah sebuah jembatan yang terletak di Kampung Yokari yang sudah patah total, namun masih bisa di gunakan karena di timbun dengan karang.

Sehingga kondisi jembatan tersebut bukan lurus layaknya jembatan pada umumnya tetapi sudah berubah jadi turunan dan tanjakan, sehingga hanya bisa di lalui oleh mobil – mobil jenis kecil, di khawatirkan bila jenis truk yang lewat bisa – bisa jembatan tersebut ambrol total.

Bukan hanya kondisi jalan yang terjadi kerusakan berat di beberapa titik, secara umum ruas jalan Yoka – Skanto selama ini juga terlihat kurang perawatan, sehingga badan jalan yang awal pembangunannya lebar, namun karena lebatnya rimbunan rerumputan, sehingga sudah menutupi separuh tepian jalan.

“kayaknya tidak pernah ada perawatan jalan sudah berapa tahun ini om, harusnya ruas jalan ini juga ada perawatan jalan, apalagi di beberapa titik tikungan tajam yang rawan kecelakaan, termasuk rambu – rambu juga tidak ada”, kata Melky Rumbrawer lagi.

Beberapa warga Skanto yang ditemui TIFAOnline di Arso IV, Arso III dan Arso V juga mengeluhkan kondisi yang sama, mereka semua berharap ada perhatian serius dari Pemda Kabupaten Keerom, karena ruas jalan dimaksud adalah urat nadi Distrik Skamto, karena bila harus menempuh jalur lewat Koya akan memakan waktu yang lebih jauh dan lama tentunya. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan