HEADLINESOSIAL KEMASYARAKATAN

Hormati Hari Raya Nyepi, Walikota Instruksikan Upacara HUT Kota Jayapura Ke- 109 Undur Sehari

Hormati Hari Raya Nyepi, Walikota instruksikan upacara HUT Kota Jayapura Ke- 109 undur sehari, tampak DR. Benhur Tomi Mano, Walikota Jayapura duduk bersama pengiring upacara Tabur Agung Kesanga usai kegiatan di Taman Imbi Jayapura. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Hormati Hari Raya Nyepi, Walikota instruksikan upacara HUT Kota Jayapura Ke- 109 undur sehari, tampak DR. Benhur Tomi Mano, Walikota Jayapura duduk bersama pengiring upacara Tabur Agung Kesanga usai kegiatan di Taman Imbi Jayapura. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jayapura Ke- 109, yang mestinya sesuai dengan jadwal akan di gelar upacara bendera dalam rangka peringatan HUT Kota Jayapura di Lapangan Lantamal V Jayapura, Kamis (7/3/2019), akhirnya urung di gelar.

“karena menghormati Hari Raya Nyepi, dan bentuk toleransi antar umat beragama di Kota Jayapura yang sudah terjaga baik selama ini, jadi saya sudah instruksikan untuk upacara bendera HUT Kota Jayapura kita geser ke Jumat (8/3/2019), tapi untuk Pesta Rakyatnya, bisa kah, kita gelar tanggal 7 malam, karena persiapannya sudah jauh – jauh hari, termasuk para artis semua sudah di bayar tidak bisa di cancel ?”, tanya DR. Benhur Tomi Mano, MM yang langsung di jawab ‘Boleh”, oleh umat Hindu yang menghadiri upacara Tawur Agung Kesanga ditengah guyuran hujan di Taman Yos Sudarso, Imbi, Kota Jayapura, Rabu (6/3/2019).

Tampak Walikota Jayapura, Wakil Walikota, Kapolres Jayapura Kota dan Ketua LMA ketika di sambut dengan tari rejang renteng sebagai tari sakral dan pertanda penyambutan dalam upacara Tawur Agung Kesanga umat Hindu di Taman Imbi, Rabu (6/3/2019). (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Pada kesempatan itu juga Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano di damping istri Ny. Kristina L.I. Luluporo Mano, Wakil Walikota Jayapura Ir. H. Rustam Saru di dampingi istri Ny. Ir. Hj. Rasmawati dan Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH, SIK yang di dampingi istri Ny. Yuhanna Gustav Urbinas mengucapkan selamat kepada seluruh umat Hindu yang ada di Kota Jayapura yang akan merayakan Hari Raya Nyepi pada hari ini, Kamis (7/3/2019).

“agama Budha datang ke kantor minta izin boleh pasang lampion di kota, saya bilang boleh, agama Hindu datang bilang bolehkah sembahyang di Taman Imbi, saya bilang bisa, hal – hal yang dahulu mungkin tidak bisa, saya izinkan sebagai bentuk toleransi kita antar umat beragama, karena tugas saya sebagai Walikota adalah mengayomi seluruh warga Kota Jayapura yang mau patuh dan dengar – dengaran dengan pemerintah”, kata Walikota Jayapura.

Tampak umat Hindu di Kota Jayapura yang mengikuti upacara Tawur Agung Kesanga di Taman Imbi Jayapura, dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Caka 1941. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Ia berharap dengan adanya perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Kota Jayapura bisa melakukan refleksi dan mengevaluasi perjalanan hidup selama ini baik sebagai manusia ciptaan Tuhan, sebagai manusia dalam bertetangga, manusia dalam keluarga, lingkungan dan juga sebagai warga negara.

“termasuk juga kita bisa merefleksi diri kita dalam hubungan dengan alam, manusia dan juga Sang Pencipta, pasca Hari Raya Nyepi saya ajak umat Hindu semua untuk kita perbaiki hubungan kita dengan semua, baik dengan alam, sesama manusia, dan juga Sang Pencipta di mulai dari hal sederhana dan di lingkungan sekitar, missal kita jaga kebersihan, baik dan ramah dengan tetangga, hidup rukun dan saling menolong, dan kita jaga toleransi antar umat beragama di kota ini”, kata DR. Benhur Tomi Mano lagi.

Ketua PHDI KOta Jayapura dan panindita berpose bersama Walikota Jayapura, Wakil Walikota, Kapolres Jayapura Kota, dan Ketua LMA usai kegiatan upacara Tawur Agung Kesanga di Taman Imbi, Jayapura. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kota Jayapura, Ida Bagus Oka Sertya, M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan upacara Tawur Agung Kesanga yang di gelar tahun ini sebagai upacara persiapan menyambut Hari Raya Nyepi dan juga menyongsong Tahun Baru Caka 1941 dengan thema “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”.

“Empat tahun lalu pertama kali kita gelar upacara Tawur Agung Kesanga di tempat ini, kedatangan Pak Walikota disambut oleh hujan dan juga ada gerhana total waktu itu, dan tahun ini kejadian yang sama berulang lagi, itu pertanda baik dan hujan ini adalah hujan yang indah”, kata Ida Bagus Oka Sertya.

Menurutnya PHDI Kota Jayapura sengaja menggelar ritual upacara Tawur Agung Kesanga di Taman Yos Sudarso, Imbi, Kota Jayapura karena bagi umat Hindu lokasi tersebut adalah tempat yang suci yang bias di sebut Catus Pata, atau titik nol, dan Taman Imbi ini adalah titik nolnya Kota Jayapura.

“tadi kita sudah menyaksikan tari Rejang Renteng, tarian sacral yang hanya di tarikan di tempat suci, dan Taman Imbi ini, titik nolnya Kota Jayapura bagi umat Hindu adalah Catus Pata, karena itulah kami menggelar upacara ini di sini guna menyambut Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Caka 1941”, kata Ketua PHDI Kota Jayapura.

Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan telah di gelar oleh PHDI Kota Jayapura menjelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (7/3/2019).

“kemarin Selasa (6/3/2019) kita umat Hindu yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura telah melaksanakan persembahyangan di Pantai Base G yang bertujuan untuk menyucikan jagat raya ini, dan terbukti hari ini alam dan juga diri kita bersih, walaupun hujan saat Pak Walikota datang, namun berhenti ketika kita memulai acara ini”, kata Ida Bagus Oka Sertya, M.Si.

Selain kegiatan kerohanian, PHDI Kota Jayapura juga menggelar sejumlah kegiatan sosial kemanusiaan, diantaranya adalah kegiatan donor darah yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“di kesempatan ini juga kami mau sampaikan terima kasih kepada Walikota Jayapura yang pada bula Juli 2018 lalu telah memfasilitasi para panindita atau pendeta umat Hindu Kota Jayapura untuk melakukan perjalanan suci ke India”, kata Ketua PHDI Jayapura yang di sambut tepuk tangan umat Hindu yang hadir.

Para penari dan pengisi acara dalam upacara Tawur Agung Kesanga umat Hindu di Taman Imbi Kota Jayapura berpose bersama Muspida dan tamu undangan. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Tawur Agung Kesanga yang di gelar sebagai bentuk upacara menyambut Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Caka 1941, dimana dalam Hari Raya Nyepi nantinya ada 4 brata yang akan dilakukan oleh umat Hindu di seantero dunia, khususnya di Kota Jayapura.

“yang pertama brata amati geni, amati karya, amati lelenguan dan amati lelanguan, sebagai bentuk pengendalian diri agar saat memasuki Tahun Baru Caka 1941 semua kita menjadi suci bersih kembali”, kata Ida Bagus Oka Sertya.

Amati Geni artinya seluruh umat Hindu tidak boleh menyalakan api atau tidak boleh melakukan kegiatan apapun, dalam konteks kekinian termasuk di dalamnya tidak boleh menggunakan gadget sehari penuh.

Amati Karya artinya tidak melakukan pekerjaan, karena sudah setahun umat Hindu bekerja, maka sehari saja di Hari Raya Nyepi semua aktifitas pekerjaan di hentikan.

Amati Lelenguan artinya umat Hindu di larang bepergian kemana – mana selama Hari Raya Nyepi, hanya di perbolehkan tinggal dalam rumah dan merenungi setahun perjalanan dan melakukan koreksi dan instrospeksi diri.

Amati Lelanguan, selama Hari Raya Nyepi, umat Hindu di larang bersenang – senang baik makan minum, maupun kesenangan dunia lainnya.

Penyematan udeng (topi kehormatan dalam upacara) dari ketua PHDI Provinsi Papua kepada Walikota, Wakil Walikota, Kapolres Jayapura Kota dan Ketua LMA. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Pada kesempatan tersebut juga di lakukan penyematan udeng (topi kehormatan) bagi umat Hindu kepada beberapa tamu undangan istimewa yang hadir dalam kegiatan upacara Tawur Agung Kesangan diantaranya kepada Walikota Jayapura, Wakil Walikota Jayapura, Kapolres Jayapura Kota, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) George Arnold Awi dan sejumlah tamu istimewa lainnya. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan