HEADLINETANAH PAPUA

Dengan Dana Desa dan ADD, Dalam Setahun Kampung Jaifuri Buat Jalan 5 Km, dan 29 Jembatan Dalam Dua Tahun

Dengan Dana Desa dan ADD, dalam setahun Kampung Jaifuri buat jalan 5 Km, dan 29 jembatan dalam dua tahun, tampak Itje Trisnawati, Sekretaris Kampung Jaifuri dan kondisi jalan produksi yang sudah dilakukan pengerasan dengan karang putih. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Dengan Dana Desa dan ADD, dalam setahun Kampung Jaifuri buat jalan 5 Km, dan 29 jembatan dalam dua tahun, tampak Itje Trisnawati, Sekretaris Kampung Jaifuri dan kondisi jalan produksi yang sudah dilakukan pengerasan dengan karang putih. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM— Bila musim hujan tiba masyarakat sering mengeluh karena mereka harus bersusah payah memikul hasil kebun mereka dari kebun ke tepi jalan, bagi yang memiliki sepeda harus bolak balik menggunakan sepeda mengangkut hasil kebun mereka.

Tapi itu dulu, sebelum adanya Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) di kucurkan ke Kampung Jaifuri (Arso 3) Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, saat ini jangankan motor, kendaraan roda empat pun bisa masuk sampai ke ujung kebun menjemput hasil kebun para petani.

“manfaatnya yah banyak mas, dengan adanya penimbunan jalan – jalan ladang ini, kita kalau pas panen sayur agak banyak, tidak pikul bolak balik, mobil jemput di pinggir kebun”, kata seorang petani yang ditemui TIFAOnline saat melihat jalan – jalan ladang yang telah di timbun oleh Pemerintah Kampung Jaifuri dengan memanfaatkan DD dan ADD dalam dua tahun terakhir ini, Selasa (25/2/2019).

Ia mengaku dulunya jalan ladang tersebut sangat becek, jadi kalau hujan mereka kerepotan menaiki sepeda, jadi hanya bisa di dorong saja, tetapi beberapa ruas jalan ladang di Kampung Jaifuri semuanya sudah di timbun karang putih, sehingga bila hujan sekalipun para petani tidak khawatir.

“dalam satu tahun anggaran 2018 kemarin, kami focus kepada penimbunan dan pengerasan badan jalan menuju ke ladang – ladang, jadi ada beberapa jalur yang sudah kita timbun, jadi total panjangnya kurang lebih 5 Km, itu di tahun 2018 saja, sumber dananya dari Dana Desa”, kata Tedy Suseno, Kepala Kampung Jaifuri melalui Itje Trisnawati, Sekretaris Kampung saat di temui TIFAOnline di Balai Kampung Jaifuri, Selasa (26/2/2019).

Tampak kondisi jalan jalur kampung yang sudah dilakukan pengerasan dengan karang putih, yang dananya bersumber dari ADD. (Foto : Amri/ TIFAOnline

Menurutnya sesuai hasil Musyawarah Kampung dalam dua tahun anggaran sejak 2017 hingga 2018 ini baik Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima oleh Kampung Jaifuri di fokusken untuk pembangunan infrastruktur kampung.

“selain jalan produksi / jalan ladang, kami juga ada bangun jalan jalur atau jalan kampung yang sumbernya dari ADD, tetapi pelayanan di sector lain juga tetap berjalan, misalnya untuk PKK, Posyandu dan pelayanan kesehatan”, kata Itje Trisnawati lagi.

Menurutnya lagi, selain jalan produksi dan jalan kampung mereka juga membangun kurang lebih 29 jembatan di dalam kampung maupun jembatan menuju ke kebun – kebun.

“kurang lebih 29 unit jembatan sudah kita bangun dalam dua tahun ini, yang dananya bersumber dari Dana Desa tahun 2017 dan 2018, kalau untuk 2019 ini sudah kami rencanakan hanya masih menunggu proses pencairan”, kata Sekretaris Kampung Jaifuri.

Salah satu warga Kampung Jaifuri yang juga aparat kampung ketika menunjukkan salah satu ruas jalan produksi yang telah di timbun dengan karang putih dengan sumber Dana Desa. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Dengan adanya pembangunan jalan produksi di kebun – kebun, masyarakat sangat tertolong karena terjadi peningkatan produksi pada hasil pertanian di Kampung Jaifuri.

“disini mayoritas petani bercocok tanam sayur – mayur, dan palawija, seperti jagung, terong dan lainnya, kalau untuk padi ada tapi kurang, jadi kalau mereka panen terus harus pikul itu memakan waktu yang banyak, tapi sekarang sudah tidak perlu karena mobil jemput sampai ke dalam kebun, jadi masyarakat sangat tertolong”, kata Itje Trisnawati, Sekretaris Kampung Jaifuri. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan