EKBIS LOKALHEADLINE

Pusat Perbelanjaan Efektif Tak Sediakan Kantong Plastik, Tapi Noken Belum Terlalu Dilirik

Pusat perbelanjaan efektif tak sediakan kantong plastik, tapi noken belum terlalu dilirik, Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano (kanan) dan Khalik Imran Manager Supermarket Ramayana Robinson memperlihatkan kantong belanja ramah lingkungan yang sudah mereka sediakan sebagai pengganti kantong plastik. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Pusat perbelanjaan efektif tak sediakan kantong plastik, tapi noken belum terlalu dilirik, Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano (kanan) dan Khalik Imran Manager Supermarket Ramayana Robinson memperlihatkan kantong belanja ramah lingkungan yang sudah mereka sediakan sebagai pengganti kantong plastik. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Meski sejak sebulan lalu, Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano telah mengeluarkan Instruksi Nomor : 1/2019 Tentang Penerapan Penggunaan Kantong Belanja Alternatif Pengganti Kantong Plastik di Kota Jayapura yang mulai berlaku sejak 1 Februari 2019, dengan harapan kebijakan tersebut bisa berimbas pada meningkatnya penjualan noken dan menambah pemasukan mama – mama Papua, juga bisa mengatasi persoalan sampah plastic tentunya.

Namun dari penelusuran TIFAOnline ke beberapa mama – mama Papua pembuat dan penjual noken yang sering mangkal di beberapa emperan toko dan jalan di seputaran Kota Abepura, mereka mengakui dalam sebulan ini belum ada peningkatan yang signifikan terhadap omzet penjualan mereka.

“saya ada dengar larangan itu, tapi sampai hari ini kami belum rasa dampaknya ke kami, karena dibanding bulan kemarin – kemarin tuh, sebulan ini malah penjualan turun, kalau waktu Desember dengan Januari itu saya pu’ noken laku 10 – 15 noken, tapi bulan ini belum sampai 10, sekitar 6 – 7 noken saja”, kata seorang ibu yang berjualan di tanjakan Ale – Ale, Padang Bulan, Kamis (7/3/2019).

Demikian juga beberapa mama – mama penjual noken lainnya yang berada di seputaran lingkaran bawah Abepura, mereka semua berharap ada sebuah gebrakan dari Pemerintah Kota Jayapura untuk benar – benar memberdayakan mereka sebagai pengrajin noken.

“kalau Pemkot bikin sosialisasi boleh, dengan beli kami punya noken atau pesan banyak, terus bagi – bagi noken di mall, itu pasti terasa ke kami dampaknya”, kata seorang Mama – Mama Papua yang ditemui TIFAOnline di lingkaran bawah Abepura, Jumat (8/3/2019).

Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano saat di temui TIFAOnline di Taman Imbi, Rabu (6/3/2019) menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Instruksi Walikota tentang larangan bagi pusat perbelanjaan modern menyediakan kantong plastik bagi pembeli, dan aturan tersebut sudah diberlakukan sebulan lebih.

“sanksinya bisa kita cabut izin usahanya, tapi tidak serta merta juga, kita evaluasi dan pantau terus selama sebulan ini, ada beberapa pusat perbelanjaan yang meminta toleransi waktu untuk menghabiskan stok kantong plastik yang mereka sudah terlanjut cetak, masih kita tolerir”, kata DR. Benhur Tomi Mano, Kamis (6/3/2019).

Menurutnya selain sebagai upaya menyelamatkan lingkungan, kebijakan pelarangan pasar modern di Kota Jayapura, Papua menyediakan kantong plastik kepada para pembeli juga bertujuan untuk mengkampanyekan gerakan menggunakan noken, tas rajut asli Papua sebagai wadah pengganti kantong plastik dalam berbelanja

Yang melatar belakangi kebijakan tersebut adalah meminimalisir dampak dari sampah plastik untuk generasi Papua beberapa tahun ke depan, dan juga salah satu strategi mendorong tumbuh kembang ekonomi mama – mama Papua yang memproduksi noken, tas asli khas Papua yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Unesco.

“sampah plastik ini harus kita kurangi penggunaannya, karena dia tidak bisa terurai dalam waktu singkat, bisa ratusan tahun baru sampah plastik bisa terurai, belum lagi kandungan kimia yang ada di dalamnya, bisa merusak ekosistem dan ikan – ikan, bila sampah plastik tersebut sampai ke laut”, kata DR. Benhur Tomi Mano.

Walikota Jayapura berharap juga dengan adanya larangan menyediakan kantong plastik ini, bisa berimbas pada perekonomian mama – mama Papua yang berprofesi sebagai pengrajin dan penjual noken.

“ini juga sebagai salah satu strategi kita kampanyekan gerakan menggunakan tas noken, sebagai bentuk kecintaan kita pada produk local, jadi persoalan lingkungan teratasi, tapi ekonomi rakyat juga tertangani, memang masih butuh waktu dan sosialisasi lebih banyak lagi”, kata Walikota Jayapura.

Penelusuran TIFAOnline ke beberapa pelanggan pusat perbelanjaan yang kedapatan menggunakan tas belanja berbahan kain ataupun bahan lainnya dan tidak menggunakan noken sebagai wadah belanja terungkap beberapa hal mengapa penjualan noken tidak terlalu signifikan sejak sebulan aturan Pemkot tersebut di berlakukan.

“noken harganya terlalu mahal, dan kurang pas kalau di jadikan kantong belanja, karena ukurannya kan terbatas, jadi lebih cocok kalau pake ke kampus, sekolah, atau ke kantor, saya juga pake noken tapi biasa untuk jalan santai dan isi barang – barang pribadi, kalau kita isi Rinso, bumbu dapur, apalagi ayam atau daging, macam tidak pas kah taro di pundak, kan nempel di badan”, kata seorang ibu muda yang terlihat membawa dua kantong plastic besar keluar dari salah satu pusat perbelanjaan di Abepura.

Harga noken di pasaran saat ini mulai dari Rp. 50.000 untuk noken kecil yang biasa digunaakn untuk isi handphone maupun dompet, sedangkan noken yang agak besar sedikit di jual dengan harga Rp. 100 ribu dan yang lebih besar lagi Rp. 200.000, itupun ukurannya hanya pas di isi sebuah Notebook ukuran 14 inci.

Sehingga di butuhkan kreatifitas para pengrajin lagi untuk membuat noken sebagai tas belanja yang sudah pasti butuh kreasi sedikit agar secara ergonomis cocok di tenteng sebagai tas belanja, dan tidak seperti noken umumnya yang di selempengkan di pundak.

Dari segi implementasi, meski baru sebulan diberlakukan Instruksi Walikota Nomor : 1/2019 tersebut, tetapi sebagian besar pusat perbelanjaan sudah taat dan menerapkannya dengan sungguh – sungguh.

Dari pantauan TIFAOnline di beberapa pusat perbelanjaan yang ada di Kota Abepura, baru Supermarket Saga yang masih menyediakan kantong plastik berlogo Saga.

“iya mas, masih pake kantong plastik, mungkin habiskan stok dulukah, tapi biasa ada juga yang belanja sudah bawa kantong sendiri, kalau tas belanja berbayar ada kita sediakan tapi ukuran besar, harganya sekitar Rp. 70.000”, kata seorang karyawan Saga Supermarket di bagian kasir, Kamis (7/3/2019).

Sedangkan untuk Hypermart dan Mega Abepura sama sekali sudah tidak menyediakan kantong plastik, tetapi bagi pelanggan yang berbelanja dalam jumlah banyak, baik Hypermart maupun Mega Abepura menyediakan karton sebagai wadah belanjaan pelanggan.

Hanya Supermarket Ramayana Robinson Mal Abepura yang ada di Kotaraja yang sudah tidak menyediakan kantong plastik dan juga sekaligus telah menyediakan tas belanja khusus berbahan ramah lingkungan dan mudah di daur ulang.

“kita sejak pertemuan dan sosialisasi dengan Walikota sebulan lalu itu, langsung berkoordinasi dengan pusat, dan mereka juga merespon dan mendukung program Walikota Jayapura, jadi ketika itu kami habiskan stok kantong plastik yang ada, dan per hari ini kami sudah tidak sediakan kantong plastik, ada tas belanja go green yang di jual dengan harga Rp. 2.000/pcs, dan bisa digunakan berulang kali”, kata Khalik Imran, Manager Ramayana Robinson Mal Abepura, Kamis (7/3/2019). (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan