HEADLINEPERISTIWA

Sudah Punya 15 Cucu dan 2 Cicit, Kakek 80 Tahun Ikut Nikah Massal, Walikota dan Kapolres Jadi Saksi Ahlinya

Ditinggal mati istri pertama di tahun 2012, tahun 2018 ia pulang ke Jawa dan berjumpa dengan Khoriyah (61 tahun), pernikahan keduanya di sahkan secara hukum negara pada kegiatan Nikah Massal dalam rangka HUT Kota Jayapura kemarin. Dua petinggi Kota Jayapura jadi saksi ahli keduanya, Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano dan AKBP Gustav R. Urbinas, SH, SIK, Kapolres Jayapura Kota

Sudah punya 15 cucu dan 2 cicit, Kakek 80 tahun ikut nikah massal, Walikota dan Kapolres jadi saksi ahlinya, tampak pasangan Untung (81 tahun) dan Khoriyah (61 tahun) di dampingi saksi dari pihak keluarga. (Foto : Amri / TIFAOnline)Sudah punya 15 cucu dan 2 cicit, Kakek 80 tahun ikut nikah massal, Walikota dan Kapolres jadi saksi ahlinya, tampak pasangan Untung (81 tahun) dan Khoriyah (61 tahun) di dampingi saksi dari pihak keluarga. (Foto : Amri / TIFAOnline)

Oleh    : Walhamri Wahid

Wajah Untung (81 tahun) terlihat sumringah, senyum gembira seakan tidak mau lepas dari bibirnya, warga Jalan Abepura II, Kelurahan Koya Barat, Distrik Muaratami, Kota Jayapura itu menjadi pusat perhatian dalam kegiatan Nikah Massal yang di gelar oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura dalam rangka HUT Kota Jayapura Ke- 109 di Aula Sian Sior Kantor Walikota Jayapura, Rabu (6/3/2019).

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R. Urbinas dan Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano saat menjadi saksi ahli pasangan Untung (81 tahun) dan Khoriyah (61 tahun) sebagai pasangan tertua yang mengikuti kegiatan nikah massal kemarin. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Hari itu bersama pasangannya Khoiriyah (61 tahun), keduanya adalah pasangan tertua yang ikut serta dalam kegiatan tersebut dan menjadi dua sejoli yang di nikahkan pertama kali secara simbolis untuk mengawali pernikahan sekitar 90-an pasangan lainnya yang juga jadi peserta nikah massal.

Saking istimewanya prosesi pernikahan pasangan Untung (81 tahun) dan Khoiriyah (61 tahun) sehingga yang menjadi saksi dari pihak keluarga maupun saksi ahli kedua sejoli tersebut adalah pejabat teras di Pemerintah Kota Jayapura.

Dimana bertindak sebagai saksi ahli adalah Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano dan AKBP Gustav R. Urbinas, Kapolres Jayapura Kota, sedangkan saksi nikah dari pihak keluarga Untung adalah Irawadi, Kadinas Sosial Pemkot Jayapura dan saksi keluarga dari pihak Khoiriyah adalah Lukman, Kabaghumas Kota Jayapura.

Prosesi ijab kabul antara pasangan Untung (81 tahun) dan Khoiriyah (61 tahun). (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Saat prosesi ijab kabul, terlihat raut wajah Untung terlihat sedikit tegang ketika tangganya di genggam penghulu dan di tutupi dengan sapu tangan, namun Untung mampu melalui prosesi sakral tersebut dan mendapatkan kata ‘sah”, dari saksi nikah maupun peserta nikah massal lainnya yang memadati Aula Sian Sior Kota Jayapura, Rabu (6/3/2019) kemarin.

Usai prosesi ijab Kabul di lanjutkan dengan prosesi penyerahan mahar, dimana mahar yang diberikan Untung kepada Khoriyah pasangan hidupnya berupa seperangkat alat shalat yang juga di sediakan oleh Pemerintah Kota Jayapura.

“sempat grogi sih sedikit tadi, bukan ijab kabulnya, karena yang duduk dan jadi saksi saya itu Pak Walikota, Pak Kapolres, terus banyak wartawan foto – foto lagi, jadi sempat grogi”, kata Untung (81 tahun) sambil tertawa lebar usai prosesi nikah kepada TIFAOnline, Rabu (6/3/2019).

Kakek yang mengaku memiliki 4 orang anak dari istri pertamanya itu mengaku saat ini sudah memiliki 15 cucu dan 2 cicit.

“istri pertama saya meninggal tahun 2012, sempat menduda sekitar 6 tahun, terus tahun 2018 kemarin saya pulang ke kampung di Jawa, dan bertemu istri yang sekarang ini, jadi sebelumnya sudah nikah agama, jadi hari ini ijab kabul lagi supaya lebih manteb dan sah secara hukum juga”, kata Untung sambil senyam – senyum sambil sesekali melirik istrinya Khoiriyah.

Ketika di tanya mengapa kepikiran menikah lagi di usia senaj dan apakah Khoiriyah adalah cinta lamanya yang bersemi kembali (CLBK), Untung tidak membantah ataupun mengiyakan, ia hanya menjawab dengan tertawa lebar

“saya masih kuat kok kerja, waktu pulang kemarin istri saya ini mau ikut saya ke Koya, saya bawa, biar ada teman di hari tua, karena anak – anak sudah pada berkeluarga semua”, kata Untung lagi.

Ia menuturkan istri pertamanya bernama Misti, dimana ia mendapatkan 4 orang buah hati, yang pertama laki – laki bernama Suparyono yang sudah memberinya 5 cucu dan 1 orang cicit, sedangkan anak keduanya perempuan bernama Sri Mulyani yang sudah memberinya 4 cucu dan seorang cicit juga.

“untuk anak saya yang ketiga dan kempat masing – masing memberikan saya cucu 3, jadi total cucu saya ada 15 dan 2 orang cicit”, kata Untung.

Ia mengaku mengetahui adanya kegiatan nikah massal ini dari pengurus masjid di Koya Barat dan juga petugas KUA.

“yah sekarang lebih tenang dan bahagia, karena sudah sah secara agama maupun pemerintah, sekarang ada buku nikah”, kata Untung sambil melirik istrinya di samping, sementara yang di lirik hanya tersipu malu.

Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano dan Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R. Urbinas, SH, SIK ketika menyerahkan Buku Nikah kepada pasangan tertua, Untung (81 tahun) dan Khoriyah (61 tahun) usai ijab kabul. (Foto : Amri/ TIFA Online)

Pada kesempatan itu juga Untung maupun Khoiriyah mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jayapura, khususnya kepada Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano karena dengan adanya kegiatan tersebut ia bisa ikut mensahkan pernikahan keduanya dengan kekasih hatinya. Khoiriyah meski sudah memasuki usia senja.

“kita ini kan sudah tua, awalnya sih emang nggak kepikiran mau di sahkan secara pemerintah, cukup sah secara agama saja, tapi kan istri saya juga butuh dokumen kependudukan, makanya saya ucapkan terima kasih sama pemerintah Kota Jayapura”, kata Untung sambil sumringah. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan