HEADLINEHUKUM & HAM

Walikota Duga ada Agenda Lain di Balik Demo Soal Miras Berulangkali, Ini Tanggapan Ketua SAMN

Walikota duga ada agenda lain di balik demo soal miras berulangkali, ini tanggapan Ketua SAMN, tampak Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, Wakil Walikota Ir. Rustan Saru dan Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R. Urbinas, SH, SIK saat memberikan arahan kepada massa dari masyarakat asli Port Numbay di lapangan kantor Walikota. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Walikota duga ada agenda lain di balik demo soal miras berulangkali, ini tanggapan Ketua SAMN, tampak Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, Wakil Walikota Ir. Rustan Saru dan Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R. Urbinas, SH, SIK saat memberikan arahan kepada massa dari masyarakat asli Port Numbay di lapangan kantor Walikota. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Terkait aksi demo soal miras yang dilakukan oleh Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) Kota Jayapura untuk yang ketiga kalinya, yang rencananya dilakukan sehari sebelum pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jayapura, Rabu (6/3/2019) namun di batalkan oleh aparat kepolisian, menurut Walikota Jayapura sarat dengan kepentingan dan agenda terselubung, bukan murni soal miras lagi.

Hal tersebut disampaikan DR. Benhur Tomi Mano, Walikota Jayapura di hadapan masyarakat asli Port Numbay dan ratusan ASN di lapangan apel kantor Walikota Jayapura, Rabu (6/3/2019) yang menanti rombongan pendemo yang tergabung dalam SAMN yang rencananya akan berdemo ke kantor Walikota hari itu, namun rupanya sudah di batalkan oleh Polres Jayapura Kota.

“besok kita mau hari penting, HUT Kota Jayapura, kok mereka mau bikin aksi, memperkeruh suasana, demo soal miras ini yang ketiga kalinya oleh kelompok yang sama, dengan materi yang sama, demo pertama sudah saya terima saya jelaskan soal regulasi dan, demo kedua saya terima sama saya juga jelaskan kembali, bahwa saya sebagai Walikota hanya melaksanakan Perda, jadi kalau mereka rasa tidak setuju dengan Perda, ada mekanismenya, ini kebijakan Pemerintah Kota, kebijakan negara, saya hanya melaksanakan, tapi demo mereka ini terkesan menyerang saya secara personal, bukan Pemkot, tapi Walikota, ada apa ini, saya duga ada sesuatu di balik demo ini”, tegas DR. Benhur Tomi Mano di lapangan upacara kantor Walikota Jayapura, Rabu (6/3/2019).

Walikota Jayapura menilai demo soal miras yang gencar di lakukan oleh sekelompok orang ini terkesan berupaya membangun opini public dengan tujuan pembunuhan karakter terhadap dirinya maupun kepada orang asli Port Numbay, sebagai orang – orang yang tidak peduli, tidak punya peri kemanusiaan, mau bunuh orang Papua dengan mendukung adanya miras, dan demi PAD tetap membebaskan peredaran miras.

“saya ini orang Papua, saya Kristen Protestan, masa saya mau bunuh orang Papua, saya punya telinga, saya punya hati dan mata juga, tapi soal miras itu ada regulasinya, Walikota hanyalah pelaksana, saya sudah jelaskan ulang – ulang, ada regulasi diatas yang sudah mengatur itu, Perda yang buat bukan Walikota sendiri, tapi Pemerintah Kota dan DPRD, sebelum di undangkan sudah di lakukan sinkronisasi dengan Kementerian atau pemerintah pusat, tapi mereka ini tidak mengerti juga dan terus menyerang saya di sosial media, Walikota, Walikota, saya ini anak negeri dan tidak mungkin mau bunuh saya punya orang sendiri”, kata DR. Benhur Tomi Mano mencoba menahan emosinya.

Menurutnya miras adalah benda mati, yang salah adalah orang yang membeli dan memindahkan miras dari etalase toko dan mengkonsumsinya secara berlebihan atau tidak pada tempatnya sehingga berujung pada kematian.

“soal miras sudah ada Perdanya, pemerintah punya fungsi pengaturan dan pembatasan, kita sudah buat regulasinya, sekarang kembali ke manusia masing – masing, ini kan lucu, ada orang Papua mati di Jogja, di Bali, di Merauke karena miras, mereka arahkan kesalahan ke saya sebagai Walikota yang membolehkan penjualan miras, logikanya dimana, siapa yang minum, mabuk dan tidak control diri, terus siapa yang di salahkan, tugas pemerintah membuat regulasi untuk mengatur, dan itu sudah ada Perdanya, sudah diatur Pemkot”, kata DR. Benhur Tomi Mano lagi disambut teriakan dukungan dari masyarakat yang memadati lapangan.

Walikota Jayapura mengajak seluruh orang Papua, khususnya asli Port Numbay untuk menjauhi miras, kalau mau selamat.

“kita masing – masing jaga diri, sudah tahu miras itu merusak, membahayakan dan mematikan bila di konsumsi berlebihan dan tidak sesuai aturan, kalau kita semua mau selamat jangan sentuh miras, biarkan dia jadi barang pajangan di toko – toko, kalau sudah tidak ada yang beli dan konsumsi, maka dengan sendirinya penjual miras akan tutup toko mereka”, kata Walikota Jayapura lagi.

Menurutnya Perda soal miras sudah jelas mengatur, membatasi, sudah ditentukan tempat – tempatnya, tidak boleh minum sembarang, jadi Pemerintah Kota sudah melaksanakan tugasnya.

“karena miras itu ada aturan di Kementerian juga, bukan kita yang atur sepenuhnya, kalau mau tutup, suruh tutup pabriknya, ubah aturan diatas”, tegas DR. Benhur Tomi Mano.

Walikota menghimbau agar seluruh warga Kota Jayapura masing – masing menjaga diri dan keluarganya agar tidak terpengaruh dampak buruk dari miras.

“jangan kita bicara keras, demo tolak miras, padahal kita punya mulut ada bau miras semua, itu sama saja omong kosong, itu menunjukkan bahwa isu miras hanya mau di pakai untuk obrak – abrik kerukunan dan kedamaian di Kota Jayapura sini, kalau kalian mau tinggal dengan aman dan damai di Port Numbay sini, semua harus saling menjaga dan menghargai anak negeri yang telah memberikan tempat, air, udara dan tanah untuk sodara dari luar Port Numbay datang dan mukim disini”, tegas Walikota Jayapura menyayangkan adanya upaya pembunuhan karakter terhadap anak asli Port Numbay di balik demo – demo miras tersebut.

Terkait aksi demo yang rencananya akan dilakukan oleh SAMN Kota Jayapura pimpinan Anias Lengka, Kapolres Jayapura Kota dalam ksempatan tersebut juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dan membatalkan aksi tersebut karena berpotensi menimbulkan konflik antara dua kubu.

“saya harap masyarakat asli Port Numbay yang ada hari ini pulang kembali ke rumah, saya juga anak Port Numbay, percayakan kepada saya untuk mengatasi dan beri pemahaman kepada para pendemo, saya tidak ingin lihat kita sesama anak Papua bentrok dan berhadapan, jadi biar mereka berhadapan dengan aparat saja, kalau kita sesama anak Papua baku hadap, orang luar akan tertawa kita, karena senang lihat kita bisa di adu domba”, kata AKBP Gustav R. Urbinas, SH, SIK, dalam arahannya di lapangan upacara kantor Walikota, Rabu (6/3/2019).

Sementara itu Anias Lengka, Ketua Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) Kota Jayapura ketika di konfirmasi TIFAOnline, Senin (11/3/2019) terkait aksi demonya yang di batalkan oleh kepolisian beberapa hari lalu enggan menjelaskan lebih lanjut apa yang menjadi materi demo mereka maupun tanggapan atas aksi yang batal dilakukan tersebut.

“terkait pembatalan aksi sudah ada yang liput dan sedang viral jadi saya tidak bisa wawancara, thanks, salam hormat, maaf yah”, jawab Anias, Ketua SAMN Kota Jayapura menjawab pesan konfirmasi yang di kirimkan oleh TIFAOnline, Senin (11/3/2019) lalu mengirimkan tautan berita dari salah satu media online berisi berita pernyataan sikapnya, yang sudah di baca 144 kali per Senin (11/3/2019) pukul 13.30 WIT sejak diterbitkan 4 hari lalu, Rabu (6/3/2019) malam. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan