HEADLINEPEMERINTAHAN

Kadinkes : Dokter Spesialis yang Disekolahkan Pemprov Papua Wajib Dinas di Papua, Kalau Tidak Bisa Dipidana dan Denda 10 Kali Lipat

Kadinkes : Dokter Spesialis yang Disekolahkan Pemprov Papua Wajib Dinas di Papua, Kalau Tidak Bisa Dipidana dan Denda 10 Kali Lipat, tampak dr. Aloysius Giyai, M.Kes, Kadinkes Provinsi Papua. (Foto : Amri/TIFAOnline)Kadinkes : Dokter Spesialis yang Disekolahkan Pemprov Papua Wajib Dinas di Papua, Kalau Tidak Bisa Dipidana dan Denda 10 Kali Lipat, tampak dr. Aloysius Giyai, M.Kes, Kadinkes Provinsi Papua. (Foto : Amri/TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Peringatan bagi dokter – dokter spesialis yang sudah atau akan di sekolahkan oleh Pemerintah Provinsi Papua untuk memperdalam ilmunya wajib untuk mengabdi di Papua seusai menempuh pendidikan, apabila tidak mengabdi di Papua selain terancam dijerat pidana, juga bisa di kenakan denda untuk mengganti biaya yang telah di keluarkan oleh Pemprov untuk membiayai mereka.

“kita sudah minta mereka semua menandatangani Pakta Integritas, jadi tidak bisa main – main, selesai sekolah spesialis, wajib kembali melayani di Papua, kalau tidak mau bisa kena pidana, juga kami akan kenakan denda 10 kali lipat dari biaya yang sudah di keluarkan oleh Pemprov untuk membiayai mereka sekolah spesialis”, kata dr. Aloysius Giyai, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua saat di jumpai TIFAOnline di ruang kerjanya, Kamis (14/3/2019).

Kadinkes tidak menampik dalam beberapa kasus memang ada dokter – dokter yang setelah di biayai oleh Pemprov dan belum selesai ikatan dinasnya, sudah mengajukan pindah tugas dengan berbagai alasan.

“untuk antisipasi hal – hal begitu, kita sudah suruh mereka semua buat dan tanda tangani Pakta Integritas, karena Papua masih sangat membutuhkan dokter, apalagi yang spesialis”, kata Kadinkes sebelum menggelar pertemuan dengan beberapa calon dokter yang akan mengikuti program sekolah dokter spesialis di lantai 3 kantor Dinas Kesehatan di Kotaraja, Jayapura, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya dalam profesi seorang dokter melekat juga misi pelayanan kemanusiaan, dan tujuan dari Pemerintah Provinsi Papua membiayai dokter – dokter yang ada untuk melanjutkan studi spesialis dengan harapan setelah mereka selesai menempuh pendidikan spesialisasinya bisa melayani orang Papua dan menjawab kebutuhan Papua akan ketersediaan tenaga medis, sesuai dengan ikatan dinas yang sudah di tanda tangani.

Selain program dokter spesialis, saat ini juga Dinas Kesehatan Provinsi Papua tengah melakukan rekrutmen untuk tenaga medis Program Satuan Tugas Kaki Telanjang (Satgas Kijang) yang sudah berjalan selama 4 tahun dan saat ini memasuki tahun kelima. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan