HEADLINETANAH PAPUA

TPU Muslim Buper, Lokasi Luas dan Indah, Tapi Kok Sepi Peminat ? Ini Penyebabnya !

Lokasinya seluas 10 hektar, berada di ketinggian perbukitan Buper Waena dengan view indah nan eksotis kearah Danau Sentani, setahun sejak dibuka sepi peminat, masih banyak warga muslim yang lebih memilih TPU Abepantai ketimbang TPU Buper Waena yang disediakan Pemerintah Kota Jayapura, padahal gratis loh !

TPU muslim Buper, lokasi luas dan indah, tapi kok sepi peminat ? ini penyebabnya !, tampak sekitar 245 kuburan yang menempati salah satu sudut TPU Buper Waena dengan latar Danau Sentani. (Foto : Amri/ TIFAOnline)TPU muslim Buper, lokasi luas dan indah, tapi kok sepi peminat ? ini penyebabnya !, tampak sekitar 245 kuburan yang menempati salah satu sudut TPU Buper Waena dengan latar Danau Sentani. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Oleh    : Walhamri Wahid

Bila dibandingkan dengan San Diego Hills Memorial Parks, pemakaman mewah di sebuah perbukitan Karawang, Jawa Barat, yang banderol termurahnya untuk ukuran 1,1 m x 3 m sebesar Rp. 50.000.000.

Penataan TPU Islam, Al Azhar Memorial Garden di Jakarta yang disesuaikan dengan syariat dan adab dalam agama Islam dalam berziarah, tapi dari segi lokasi, masih lebih indah dan eksotis TPU Islam Buper Waena. (Dok. Al Azhar Memorial Park)

Atau Taman Pemakaman Muslim (TPM) mewah Al Azhar Memorial Garden di Km 52 Tol Jakarta – Cikampek yang harga termurahnya Rp. 22.000.000 untuk ukuran 1,5 m x 3 m.

Maka lokasi dan view yang disuguhkan TPU Muslim Buper Waena lebih eksotis, menawan dan indah, jauh dari kesan angker bila kita menyambanginya.

Pembangunan TPU Muslim Buper Waena untuk menjawab keluhan dan kesulitan umat muslim di Kota Jayapura selama ini yang merasa keberatan soal biaya pemakaman di TPU Abepantai yang mencapai Rp. 15 juta – Rp. 25 juta, belum lagi pungutan lainnya apabila keluarga datang berziarah dirasa sangat memberatkan.

Ruas jalan bercon beton menuju ke lokasi TPU Buper Waena. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Menjawab hal itu, Pemerintah Kota Jayapura di era kepemimpinan Benhur Tomi Mano – Nuralam membeli areal seluas 10 hektar di lokasi yang ada saat ini.

Dimana untuk pembangunan infrastrukturnya didukung oleh Dinas Sosial dan Kependudukan Sipil Provinsi Papua, hingga akhirnya Februari 2018 lalu, TPU Muslim Buper Waena siap digunakan hingga saat ini, namun sayangnya setahun beroperasi, animo warga muslim Kota Jayapura tidak terlalu tinggi.

“saya sudah sediakan TPU untuk umat muslim di Kota Jayapura, tetapi kenapa masih ada yang memakamkan ke TPU Abepantai, karena biayanya bisa Rp. 5 juta – Rp 20 juta, itu sangat mahal dan memberatkan tentunya, apalagi katanya kalau mau ziarah di Hari Raya saja motor bisa bayar sampai Rp. 50 ribu, mobil Rp. 100 ribu”, kata DR. Benhur Tomi Mano saat memberikan sambutan pada kegiatan Nikah Massal di Aula Kantor Walikota Jayapura, Rabu (6/3/2019) lalu.

Menurutnya pembangunan TPU Muslim dimaksud sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Jayapura untuk menjawab apa yang menjadi keluhan masyarakat selama ini.

“karena pemikiran itu makanya Pemkot beli tanah 10 hektar, untuk bangun TPU gratis, saya harap pengurus masjid yang ada di Kota Jayapura informasikan kepada umatnya, Majelis Taklim informasikan ke ibu – ibu di pengajian, pelan – pelan kita akan tata jalan naiknya, buat pagar, pasang lampu, kita akan pasang pos jaga biar tempat itu jadi taman untuk rekeasei, karena view ke danau sangat indah”, kata Walikota Jayapura.

Bahkan DR. Benhur Tomi Mano berseloroh, apabila memang warga muslim di Kota Jayapura enggan memakamkan keluarganya yang meninggal di lokasi tersebut, maka pihaknya berencana menggunakannya untuk membangun sarana lainnya.

“kalau yang ada uang yah tidak apa – apa kalau mau tetap di TPU Abepantai, karena itu bukan TPU milik pemerintah, itu pribadi, tapi bagi warga yang tidak mampu, kami sudah sediakan TPU Buper Waena, biaya gratis”, tegas Walikota Jayapura lagi.

Salah satu sudut areal TPU Buper Waena dengan beckground pagar bagian belakang seluas 10 hektar. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Saat TIFAOnline menyambangi lokasi TPU Buper Waena, Kamis (14/3/2019), view yang dapat di nikmati dari ketinggian lokasi TPU benar – benar eksotis, meski terasa gersang dan panas, selain pemandangan Danau Sentani yang indah, kita juga disuguhi pemandangan menarik jejeran rumah di kawasan padat penduduk Waena.

Jalan meliuk – liuk dengan konstruksi berupa cor-an semen beton menuju ke TPU memberikan nuansa yang berbeda, hingga ke lokasi seluas 10 hektar dengan hamparan tanah berwarna merah.

Tampak pagar setengah jadi menjadi pembatas lokasi TPU di ketinggian perbukitan, belum ada pos jaga, ataupun sarana lainnya, dari areal 10 hektar yang tersedia, baru secuil di salah satu sudut yang digunakan.

Sejak di buka setahun lalu, Februari 2018 hingga Kamis (14/3/2019) kemarin baru sekitar 245 nisan yang berjejer berhimpitan diatas gundukan tanah gersang berwarna merah yang dibatasi papan berbentuk persegi empat.

Tidak akan kita temui kuburan yang di buat permanen atau nisan berukir, karena untuk ukuran liang lahat maupun nisan memang sudah ditentukan, sayangnya jarak antara satu kuburan dengan kuburan lainnya sangat rapat.

Sehingga dipastikan pengunjung harus melangkahi kuburan lainnya bila hendak berziarah, bahkan bisa jadi terpaksa harus menduduki kuburan lainnya bila ingin duduk mengelilingi kuburan yang kita ziarahi untuk berdoa.

Di beberapa bagian pagar tembok dan juga di lokasi eks kamp pekerja proyek terpasang beberapa spanduk berisi informasi kontak person yang dapat dihubungi bila ingin memakamkan keluarga di TPU Buper Waena termasuk informasi biaya dan peralatan yang harus di sediakan.

Salah satu sudut areal TPU Buper Waena yang layak dijadikan destinasi wisata religi di Kota Jayapura. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Dimana untuk biaya pemakaman gratis, warga hanya di bebankan biaya gali kubur yang besarnya di tetapkan Rp. 1.000.000 bagi jenazah orang dewasa dan Rp. 750.000 bagi jenazah anak – anak, dan juga biaya batu nisan dengan ukuran 30cm x 20cm seharga Rp. 500.000.

Selain itu keluarga di syaratkan mempersiapkan papan ukuran 2m dan papan ukuran 1m masing – masing 2 lembar, serta papan berukuran 80 cm sebanyak 10 lembar bagi jenazah dewasa dan papan berukuran 50 cm bagi jenazah anak – anak untuk menutupi liang lahat.

“kami tahu memang ada TPU Islam di Buper yang disediakan Pemkot, lebih murah, tetapi hasil musyawarah keluarga, karena orang tua dan kerabat lainnya lebih dulu di makamkan di TPU Abepantai, jadi kami putuskan kakak saya di makamkan di TPU Abepantai, biar suatu saat bila mau ziarah, bisa satu tempat sekaligus”, kata Fajri M. Noch, salah satu warga Kota Jayapura yang baru saja mengkebumikan saudaranya di TPU Abepantai, Rabu (13/3/2019).

Hal senada juga di sampaikan oleh salah satu jamaah Masjid Ash Shalihin Abepura, kepada TIFAOnline, Kamis, (14/3/2018) malam, Salim mengaku beberapa bulan lalu juga baru saja kebumikan anaknya di TPU Abepantai.

“kami umat muslim terima kasih kepada Pak Walikota yang sudah sediakan TPU, saya kemarin baru ikut pemakaman teman juga di TPU Buper Waena, pegawai Pemkot, saya punya keluarga ada 4 semua di TPU Abepantai, belum teman dan kerabat lainnya, jadi lebih efisien kalau mau ziarah satu tempat saja, saya yakin lambat laun TPU Buper juga akan penuh”, katanya.

Salim mengakatakan bahwa lokasi TPU Buper Waena memang agak jauh bila dibandingkan TPU Abepantai yang di tengah permukiman dan dekat jalan besar.

“kalau kita mau pergi ziarah sendiri saja, agak rawan kayaknya yah, karena TPU Buper jauh dari permukiman, dengan tidak adanya petugas keamanan di atas sana, saya yakin kalau mau ziarah sendiri khawatir, jadi harus rombongan”, katanya juga mengeluhkan tidak adanya papan penunjuk arah sehingga pengunjung yang belum pernah ke TPU Buper bisa nyasar hingga ke arena Buper.

Faktor kekhawatiran dengan keamanan juga di keluhkan seorang ibu dari Perumnas I Waena, yang mengaku dua bulan lalu ia pernah ziarah ke makam keluarganya di TPU Buper, meski siang hari tetapi ia merasa tidak aman.

“kalau pemandangannya indah memang, dua bulan lalu saya dengan cucu ziarah, di tanjakan bawah sebelum ke TPU itu ada segerombolan pemuda sempat kasih stop saya, minta uang rokok saja, saya kasih, sampai di atas sunyi sekali, jadi macam takut juga”, kata H. Murni mengaku sempat nyasar juga karena tidak ada papan penunjuk jalan, tapi setelah bertanya dengan warga sekitar akhirnya sampai juga ke lokasi TPU.

Ia berharap ke depan Pemerintah Kota Jayapura bisa membangun pos keamanan di kawasan tersebut, selain itu ia berharap adanya penghijauan dan penataan lokasi TPU dari sekarang sebelum semakin banyak jenazah yang dimakamkan dan sulit di tata.

“kita tahu daerah Buper itu rawan kejahatan, harus ada Pos Polisi disana, juga harus ada penghijauan biar tidak gersang sekali, di TPU itu butuh juga prasarana pendukung misal musholla, rumah tinggal petugas, atau kantin, jadi tempat wisata, karena luas harus di buat blok – blok, jadi kalau sudah padat gampang cari kuburan, karena ada alamatnya, juga namanya ganti jadi Taman Pemakaman Muslim (TPM), kan khusus untuk muslim toh, bukan umum”, kata H. Murni mengusulkan.

Selain beberapa alasan diatas, menurut salah satu penanggung jawab TPU Buper Waena bernama Nofdi yang dihubungi TIFAOnline melalui pesan WhatsApp, Kamis (14/3/2019) malam sepinya peminat di TPU Buper Waena dikarenakan faktor lokasi.

“warga maunya yang praktis dan dekat saja, apalagi bila mereka ada uang, jadi pilih di TPU Abepantai saja, jadi selama ini kayaknya yang memilih TPU Buper yang tidak memiliki dana yang cukup untuk bayar TPU Abepantai”, kata Nofdi melalui pesan WhatsApp.

Bila anda tertarik untuk memesan tempat atau ada keluarga dan tetangga yang hendak di kebumikan, bisa menghubungi Nofdi di nomor handphone 081248353445, Alimuddin di nomor 081344371231, atau Rizal di nomor 085244059702, jangan lupa siapkan fotocopy KTP dan Kartu Keluarga 2 lembar ya ! (selesai)

Tinggalkan Balasan