HEADLINERAGAM SPORT

Dinkes Papua Siapkan 1.000 Tenaga Medis Bersertifikasi dan Siapkan Layanan Medis Tiga Lapis di PON XX

Dinkes Papua siapkan 1.000 tenaga medis bersertifikasi dan siapkan layanan medis tiga lapis di PON XX, tampak drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Kadinkes Papua. (Foto : dok. balatkes)Dinkes Papua siapkan 1.000 tenaga medis bersertifikasi dan siapkan layanan medis tiga lapis di PON XX, tampak drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Kadinkes Papua. (Foto : dok. balatkes)

TIFAOnline, JAYAPURA— Sebanyak 1.000 tenaga medis dari berbagai disiplin ilmu dan spesialisasi telah di rekrut dan di siapkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua guna mendukung suksesi gelaran nasional Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua mendatang.

Dimana ke-1000 tenaga medis tersebut nantinya akan di tempatkan di 5 kabupaten yang menjadi tempat venue di gelarnya beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

“kami sudah membentuk Panitia Bidang Kesehatan, PON XX, di 5 kabupaten sudah ada tim koordinator venue – venue, baik di Biak, Sentani, Kota Jayapura, Timika, Wamena, dan Merauke”, kata drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Kadinkes Provinsi Papua saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/3/2019) kemarin.

Menurutnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis tersebut rekrutmennya melibatkan tenaga medis dari rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta, termasuk juga melibatkan tenaga di Puskesmas setempat dan juga mahasiswa semester akhir dari institusi pendidikan yang ada di Papua.

Beberapa rumah sakit pemerintah yang terlibat diantaranya adalah RSUD Dok II Jayapura, RSUD Yowari, RSUD Abepura, RSUD Wamena, RSUD Biak, RSUD Timika, RSUD Merauke, sedangkan dari rumah sakit swasta diantaranya adalah RS Dian Harapan, RS Angkatan Laut, RS Marthen Indey, dan RS Bhayangkara.

“mulai tahun ini, Dinas Kesehatan sudah siapkan 1.000 tenaga medis yang terlibat untuk mengikuti pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS), Advanced Cardiac Life Support (ACLS), dan Staff Medicine secara bertahap, sudah ada grand desainnya, dan kita berharap di awal tahun 2020, semua tenaga medis yang akan terlibat sudah selesai ikut pelatihan dimaksud dan bersertifikasi”, kata Aloysius Giyai lagi.

Adapun teknis pelayanan terhadap para atlit yang berlaga di PON XX Tahun 2020 nantinya kita berlakukan pelayanan system 3 lapis.

“untuk teknis penempatan tenaga medis, ada tiga lapis, di arena pertandingan, Posko Kabupaten, dan stanby semua di rumah sakit sebagai penanganan terakhir terhadap atlit yang mengalami cedera atau masalah kesehatan”, kata Aloysius Giyai.

Menurutnya juga penempatan tenaga medis di setiap venue atau lokasi tempat pertandingan berbeda – beda kualifikasinya, karena dalam pertandingan ada 3 kategori yang high risk, moderate risk, dan low risk.

“di tiap cabor, dokternya beda – beda, kalau high risk seperti tinju, bela diri, tentu dokter yang kita tempatkan berbeda kualifikasinya dengan dokter di moderate risk, atau low risk, misalnya yang di high risk butuh dokter tulang atau ahli ortopedi yang tidak dibutuhkan di low risk tentunya”, kata Aloysius Giyai menambahkan bahwa semua tenaga medis yang terlibat wajib memiliki Surat Tanda Register (STR) sebagai tenaga kesehatan dan Surat Izin Praktek (SIP) bagi dokter.

Menurutnya untuk memberikan pemahaman dan wawasan yang memadai kepada para tenaga medis yang akan bertugas di PON XX mendatang, dalam dua bulan ke depan pihaknya akan melakukan studi banding ke Palembang yang akan di ikuti oleh semua Panitia Besar PON Bidang Kesehatan, karena Palembang memiliki jam terbang dan pengalaman tinggi dalam penyelenggaraan event nasional maupun internasional. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan