HEADLINEPERISTIWA

Hujan 3 Jam, Banjir Bandang Landa Sentani, Sementara 5 Orang Dikabarkan Meninggal

Hujan 3,5 jam, banjir bandang landa Sentani, sementara 5 orang dikabarkan meninggal, tampak kondisi ruas jalan Asrama - Kemiri yang tergenang oleh air. (Foto : ist/ TIFAOnline)Hujan 3,5 jam, banjir bandang landa Sentani, sementara 5 orang dikabarkan meninggal, tampak kondisi ruas jalan Asrama - Kemiri yang tergenang oleh air. (Foto : ist/ TIFAOnline)

TIFAOnline, SENTANI— Hujan deras yang mengguyur Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura dan sekitarnya selama kurang lebih 3 jam mulai dari pukul 21.10 WIT hingga pukul 23.00 WIT menyebabkan banjir bandang kiriman dari kaki Gunung Cycloop sehingga memboyong air bah bersama dengan material berupa lumpur, bebatuan, kayu dan pohon serta sampah menggenangi kawasan Kota Sentani dan sekitarnya, khususnya beberapa titik yang berada di pinggiran kali.

Berdasarkan informasi yang di himpun TIFAOnline dari warga masyarakat maupun dari foto – foto korban yang beredar di sosial media, sementara jumlah korban di kabarkan sebanyak 5 orang, namun informasinya lebih dari jumlah tersebut, namun hingga berita ini di muat TIFAOnline belum menerima bukti otentik berupa foto korban.

“pukul 21.10 WIT kota Sentani dan sekitarnya hujan deras, tapi saat ini sudah reda sejam lalu, hujannya rintik – rintik saja, saat ini data pasti yang sudah kami kantongi namanya, korban meninggal ada 2 orang yakni ibu dan anaknya di BTN Bintang Timur Yahim, Kelurahan Dobonsolo, atas nama Tiara (20 tahun) dan Nur Hazhifah (5 tahun)”, kata Putu Arga Sujarwadi, Kepala Kantor SAR Kabupaten Jayapura ketika dihubungi melalui saluran telepon, Minggu (17/3/2019) pukul 00.12 WIT

Menurutnya dari beberapa informasi dari masyarakat jumlah korban memang lebih dari 2 orang, tetapi menurutnya ia belum berani memastikan karena data korban belum mereka terima, yang sudah pasti ada datanya di SAR Kabupaten Jayapura baru dua orang.

“saat ini kami terbagi dalam 4 tim, ada bergerak memberikan pertolongan pertama evakuasi terhadap korban yang sedang terjebak banjir, baru saja kita selesaikan proses evakuasi terhadap seorang ibu atas nama Susanti bersama anaknya yang terjebak di dalam rumahnya di tepian kali jembatan Tahara, Sentani Kota, sudah kita amankan di kantor SAR”, kata Putu Arga lagi.

Menurutnya daerah – daerah terdampak meliputi Kampung Sereh, ruas jalan depan Gedung Tabitha Kemiri, Pasar Baru, BTN Gajah Mada dan BTN Bintang Timur di Yahim Kelurahan Dobonsolo, dan juga sejumlah perumahan di kawasan Doyo, juga sejumlah titik di Distrik Sentani Timur di kabarkan longsor.

“untuk jembatan yang di Auri informasi yang kami terima ambrol, yang pasti kita belum bisa tembus ke arah Kemiri, karena ruas jalan di depan Gedung Tabitha tidak bisa di tembus karena terhalang oleh berbagai macam material kiriman dari kaki Gunung Cycloop”, kata Kepala Kantor SAR Kabupaten Jayapura.

Syahrir Rahman, salah satu keluarga korban yang yang meninggal di BTN Bintang Timur Yahim, Kelurahan Dobonsolo membenarkan meninggalnya Tiara (20 tahun) bersama anaknya Nur Hazhifah (5 tahun).

“ponakan saya jadi korban dengan anaknya satu, tenggelam dalam rumah, sementara ibunya dengan cucunya satu lagi belum ditemukan”, kata Syahrir Rahman ketika di hubungi TIFAOnline, Minggu (17/3/2019) pukul 02.13 WIT.

Dari beberapa sumber lainnya, diinformasikan bahwa sedikitnya ada 3 buah jembatan yang ambrol yakni jembatan dekat kompleks AURI, jembatan di turunan kantor Bupati di Gunung Merah yang menuju ke Doyo, dan sebuah jembatan lagi di daerah Doyo. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan