HEADLINEPERISTIWA

Korban Terus Bertambah, Sudah Terevakuasi 87 Orang, 50 Meninggal Dunia, 16 Luka Ringan, dan 21 Luka Berat

TIFAOnline, JAYAPURA— Sejak tadi malam hingga pukul 13.00 WIT, jumlah korban yang telah berhasil di evakuasi ke beberapa tempat pelayanan kesehatan baik itu di RSUD Yowari, Puskesmas Sentani maupun RS Bhayangkari tercatat 87 orang.

Dimana sebanyak 50 orang di nyatakan meninggal dunia, 16 luka ringan, dan 21 orang mengalami luka berat, dimana untuk korban yang meninggal dunia, jenazahnya langsung di bawah ke RS Bhayangkari Kotaraja untuk dilakukan identifikasi dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga.

Sedangkan yang mengalami luka ringan hingga berita ini di tulis masih mendapatkan pelayanan di Puskesmas Sentani kota maupun RS Yowari, sedangkan korban yang alami luka berat setelah mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas lalu di rujuk ke RS Bhayangkari untuk mendapatkan penanganan intensif.

Putu Arga Sudjarwadi, Kepala Kantor Tim SAR Kabupaten Jayapura (Foto : Amri/ TIFAOnline)

“per jam 12.00 WIT ini, jumlah korban meninggal yang sudah kami evakuasi sebanyak 44 jenazah, tapi tadi baru ada info ada lagi yang di dapat meninggal dunia di BTN Gajah Mada, jadi kemungkinan korban masih akan bertambah lagi, mengingat beberapa lokasi kita baru bisa masuk dan alat berat baru di kerahkan, bisa jadi korban akan bertambah”, kata Putu Arga Sudjarwadi, Kepala Search And Rescue  atau Kepala Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Jayapura kepada TIFAOnline saat ditemui di Kantor SAR Kabupaten Jayapura di Hawai Sentani, Minggu (17/3/2019) pukul 12.20 WIT.

Dan sekitar pukul 13.00 WIT, rupanya ada penambahan jumlah korban sebagaimana yang di laporkan Kapolda Papua, Irjen (Pol) Martuani Sormin kepada sejumlah awak media, bahwasanya jumlah korban meninnggal dunia telah mencapai 50 orang, setelah ada tambahan kurang lebih 6 korban yang baru di temukan di BTN Gadjah Mada Yahim, Kelurahan Dobonsolo, Sentani, Jayapura, Papua.

Proses evakuasi salah satu korban anak dari Puskesmas Sentani ke RS Bhayangkari Kotaraja. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Dari pantauan TIFAOnline sejak pukul 08.00 WIT kesibukan di Puskesmas Sentani Kota sudah terlihat, bahkan menurut beberapa petugas yang ditemui TIFAOnline mereka dari malam terus berjaga, karena adanya korban yang keluar masuk.

“meski Puskesmas ini juga terkena banjir bandang, tapi pelayanan tetap kami berikan di ruang UGD, kalau tenggelam tidak, hanya air bahnya sempat memenuhi ruangan Puskesmas, tapi sekarang sudah kering”, kata seorang petugas kesehatan kepada TIFAOnline, Minggu (17/3/2019) pukul 08.20 WIT.

Setiap korban yang datang langsung dengan sigap di tangani di ruang UGD yang hanya memiliki 2 unit tempat tidur, setelah mendapatkan pelayanan yang kondisinya meninggal langsung di evakuasi ke RS Bhayangkari menggunakan Ambulance yang sudah stanby, bagi pasien luka berat ditempatkan sementara di beberapa ruangan yang masih ada sebelum di rujuk ke RS Bhayangkara, sedangkan yang luka ringan setelah di tangani di ruang UGD mereka bisa beristirahat di teras ataupun di beberapa sudut Puskesmas.

Kondisi di kompleks BTN Gadjah mada Yahim, Kelurahan Dobonsolo, air masih cukup deras hingga pukul 10.00 WIT, sehingga proses evakuasi korban meninggal belum bisa dilakukan karena menanti perahu karet dari Tim SAR. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Salah satu kompleks yang cukup parah adalah BTN Gadjah Mada Yahim, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani Kota, dimana ketika TIFAOnline tiba di tempat tersebut air bah masih cukup deras mengalir dan menggenangi hampir sebagian besar kompleks perumahan yang di bagian belakanganya memang terdapat sebuah kali buatan.

“sebenarnya di jalur 9 itu masih ada satu keluarga, bahkan kayaknya ada yang sudah meninggal dunia, ada dua orang katanya, hanya kita belum bisa menjangkau untuk evakuasi harus ada perahu, atau tidak tambang besar, jadi kami belum berani untuk menolong kalau tidak ada peralatan, jadi kita masih tunggu Tim SAR dulu”, kata seorang warga diantara kerumunan warga yang hanya bisa pasrah memandang air menggenangi rumah mereka, Minggu (17/3/2019).

Menurutnya BTN Gadjah Mada ini memang sering kali terkena banjir, tetapi menurutnya baru kali ini yang cukup parah apalagi sampai makan korban jiwa lagi.

“ada kali di belakang kompleks ini, hanya memang tanggulnya masih kurang, jadi yang jebol itu di bagian atas, karena beberapa anak cabang kali di Kehiran muaranya ke sini semua, kompleks ini memang sering banjir, apalagi pengembangnya sudah tidak tahu kemana lagi, sudah kabur, jadi kami mau tuntut siapa lagi”, kata seorang Bapak di BTN Gadjah Mada Yahim, Minggu (17/3/20919).

Demikian jua kondisi di BTN Graha Bintang Timur yang lokasinya berhadapan dengan BTN Purwodadi Yahim, daerah ini letaknya memang bersebelahan dengan Kali Komba yang hulunya langsung dari kaki Gunung Cycloop di Pos VII dan muaranya ke Danau Sentani.

Untuk menggali tumpukan pasir dan lumpur serta material lainnya di kompleks BTN Graha Bintang Timur Yahim, guna mencari korban, terpaksa digunakan excavator karena cara manual tidak memadai. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Kondisi di BTN Bintang Timur air sudah bisa dikatakan surut, dari awalnya ketinggian air mencapai 4 meter, namun surutnya air menyisakan berbagai macam material endapan mulai dari pasir, sampah, kayu – kayu, dan lainnya hingga mencapai ketebalan 1m sampai 2 m menutupi rumah – rumah warga.

“sejak pagi tadi Pak Wagus Hidayat dengan teman – teman sudah datang membantu untuk gali secara manual, tetapi tidak bisa, jadi akhirnya gunakana excavator salah satu pengembang yang ada di daerah itu juga”, celetuk seorang warga.

Tampak lumpur pasir menggenangi beberapa rumah sehingga tidak bisa di buka dari luar karena ketebalan pasir mencapai 1 m lebih menutupu bagian pintu depan, di beberapa rumah terlihat beberapa barang dan perabotan yang tertumpuk di depan rumah tertimbun pasir.

Bahkan sebuah mobil jenis Strada terlihat tertimbun dengan tumpukan pasir dan akar serta pepohonan yang terbawa dengan air bah.

“kalau mobil itu yang punya maksud mau tolong korban evakuasi, tapi air yang datang cepat sekali, mobil dalam posisi mau putar, tetapi air datang dan akhirnya terbenam, untuk orang yang di dalam mobil bisa keluar semua, barang – barang itu, bahkan ada motor semuanya baru kita kasih keluar, tapi air cepat sekali, akhirnya semua lari menyelamakan diri dengan baju di badan saja”, kata seorang warga di BTN Graha Bintang Timur dengan mata berkaca – kaca menunjukkan kondisi rumahnya yang hanya terlihat jendela saja separuh, tertimbun pasir dan lumpur.

Menurut Ibu Veronika, salah satu warga yang tinggalnya pas di sisi Kali Komba, banjir bandang berlangsung cepat dan tiba – tiba, sehingga mereka tidak menduga dan hanya sempat menyelamatkan diri dengan pakaian yang ada di badan saja.

“hujan memang tapi tidak deras, biasa – biasa saja, saya lagi di dalam rumah bersama keluarga, kita memang ada dengar seperti bunyi gemuruh, tapi tidak sangka kalau itu banjir bandang di Kali Komba, tiba – tiba air sudah masuk ke dalam rumah, jadi kami berusaha selamatkan diri, pas buka pintu, air, lumpur dan pasir masuk semua, jadi kami langsung naik ke daerah yang tinggi”, kata Veronika yang terpaksa membongkar atap rumahnya agar bisa masuk ke dalam untuk mengambil beberapa barang dan pakaian yang penuh dengan lumpur dan pasir, karena teras rumah dan pintu depannya tetimbun pasri dan kayu hingga 2 meter.

Hingga saat ini baik kepolisian, Tim SAR dan juga tim medis masih sibuk hilir mudik menolong dan mengevakuasi korban, beberapa keluarga korban juga sudah mengungsi ke kerabat atau ke posko darurat yang di buka warga sekitar.

“kita buka Posko Orari di sini untuk pantau semua perkembangan, juga kita ada kerja sama dengan warga disini, khususnya ibu – ibu untuk membuka Dapur Umum, juga sudah mulai ada bantuan yang berdatangan, yang mereka butuh saat ini memang air minum dan juga makanan jadi”, kata Panji, salah satu anggota Orari di Posko Bantuan BTN Graha Bintang Timur Yahim, Minggu (17/3/2019) pukul 11.00 WIT. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan