HEADLINEPERISTIWA

Banjir Bandang Sentani, Ada 206 Orang Dilaporkan Hilang, Korban Meninggal Tercatat 87 Orang

Banjir bandang Sentani, ada 206 orang dilaporkan hilang, korban meninggal tercatat 87 orang, tampak ruang Bid Dokkes Polda Papua di RS Bhayangkara yang di padati warga yang mencari keluarganya yang hilang. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Banjir bandang Sentani, ada 206 orang dilaporkan hilang, korban meninggal tercatat 87 orang, tampak ruang Bid Dokkes Polda Papua di RS Bhayangkara yang di padati warga yang mencari keluarganya yang hilang. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, SENTANI— Jumlah korban bencana banjir bandang Sentani yang terjadi Minggu (17/3/2019) dipastikan akan bertambah terus, mengingat per hari ini, Selasa (19/3/2019) pukul 15.00 WIT, jumlah orang hilang yang di laporkan oleh keluarga mereka sebanyak 206 orang.

“jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 206, dimana sesuai laporan dari warga masyarakat di dua tempat, dimana sebanyak 75 orang hilang di laporkan di Pos Induk Sentani dan di Bid Dokkes Polda Papua menerima laporan orang hilang dari warga sebanyak 131 laporan”, kata Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua dalam releasenya, Selasa (19/3/2019).

Adapun rincian orang hilang tersebut berasal dari beberapa tempat diantaranya dari Kampung Milinik 34 orang, BTN Gajah Mada 20 orang, Komplek Perumahan Inauli 7 orang, Kampung Bambar 4 orang, BTN Bintang Timur 2 orang, Sosial 4 orang, Komba 1 orang, Taruna Sosial 3 orang, dan laporan di Bid Dokkes Polda Papua 131 orang.

Sedangkan rilis jumlah korban meninggal yang sudah ditemukan oleh Tim Gabungan TNI-Polri dan Basarnas sebanyak 87 jenazah per Selasa (19/3/2019) pukul 15.00 WIT.

“Tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap korban, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah. Personel TN/Polri masih dikerahkan disetiap titik yang dianggap sebagai tempat terparah dan terdapat korban jiwa”, kata Kabidhumas Polda Papua dalam releasenya.

Selain melakukan pencarian terhadap korban jiwa, Tim gabungan juga melakukan pembersihan di beberapa titik yang terdampak banjir bandang yakni Jalan Sosial, Kemiri dan Doyo Baru.

Perumahan yang terendam banjir yaitu perumahan doyo baru dan sekitarnya, kompleks 751, Balaitrans dan Kompleks Auri dan Distrik Ravenirara.

Sedangkan jumlah pengungsi dan titik – titik pengungsian juga bertambah banyak, hingga berita ini di naikkan, jumlah pengungsi di laporkan sebanyak 9.580 orang, yang saat ini di tampung pada 25 tempat pengungsian.

Diantaranya di Posko Induk Gunung Merah 1.453 orang; BTN Gajah Mada 1.450 orang; Panti Jompo 23 orang; HIS : 600 orang; Doyo Baru (Gereja Advent) 153 orang; BTN Bintang Timur: 600 orang; Permata Hijau 120 orang; SIL : 1.000 orang; Doyo Lama 203 orang;

Gereja Doyo Lama 1.000 orang; GOR Toware 170 orang; Asrama Himles 50 orang; Rindam 220 orang; Kampung Netar 43 orang; Kompi D 108 orang; Puspenka 200 orang; Yayasan Abdi Nusantara 900 orang;

Kertosari 182 orang; Sabron Yaru 45 orang ; BTN Efata 121 orang; Pasar Baru 250 orang; Gereja Soar Pasar Lama 69 orang; BTN Sosial 150 orang; Gereja Yahim 170 orang; Kehiran 300 orang.

Adapun kerugian materiil yang ditimbulkan pasca banjir bandang dua hari lalu tercatat  : rumah terendam 211 rumah ; pemukiman 351 rumah rusak berat; jembatan 4 rusak berat; drainase 8 rusak berat; jalan 4 rusak berat; gereja 2 rusak berat; masjid 1 rusak berat; sekolah 8 rusak berat; ruko 104 rusak berat; pasar 1 rusak berat; roda empat terendam 5 unit; roda dua terendam 30 unit.

“sedangkan jumlah personel yang terlibat dalam Tanggap Darurat ini sebanyak 2.303 personel dengan jumlah armada sebanyak 43 armada”, kata Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan