HEADLINEPERISTIWA

Ini Yang Dibutuhkan 4.728 Pengungsi Banjir Bandang Sentani

Ini yang dibutuhkan 4.728 pengungsi banjir bandang Sentani, tampak Veronika salah satu korban di BTN Graha Bintang Timur di depan rumahnya yang penuh dengan lumpur dan pasir, sehingga untuk masuk ke dalam harus membobol atap rumah (Foto : Amri/ TIFAOnline)Ini yang dibutuhkan 4.728 pengungsi banjir bandang Sentani, tampak Veronika salah satu korban di BTN Graha Bintang Timur di depan rumahnya yang penuh dengan lumpur dan pasir, sehingga untuk masuk ke dalam harus membobol atap rumah (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, SENTANI— Pengungsi korban banjir bandang Sentani di Kabupaten Jayapura terus bertambah, bila sehari sebelumnya berjumlah 4.150 orang, per hari  Senin (18/3/2019) bertambah menjadi 4.728 orang dengan berbagai macam kebutuhan logistik, sanitasi hingga tempat beristirahat yang layak untuk sementara.

“yang paling kita butuhkan saat ini adalah tempat tinggal yang layak, juga mungkin untuk MCK, dan makanan siap santap, karena memang saat ini meski ada bantuan beras, tapi kami tidak tahu mau masak dimana, dan pakai peralatan apa, karena semuanya tertimbun lumpur dan pasir di dalam rumah”, kata Veronika, salah satu warga masyarakat yang tinggal di BTN Graha Bintang Timur Yahim, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, kepada TIFAOnline, Minggu (17/3/2019).

Menurutnya banjir yang datang secara tiba – tiba sehingga posisi rumahnya yang hanya sekitar 20 meter dari tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Komba menjadi sasaran utama, dimana air sempat naik hingga 4 meter, dan saat ini rumahnya tertimbun lumpur berpasir dan berbagai sampah lainnya hingga setinggi dua meter.

“saya tidak bisa buka pintu, jadi tadi terpaksa jebol atap untuk bisa masuk ke dalam rumah lihat barang dan perabot yang masih bisa di selamatkan, tapi semua sudah terendam pasir dan lumpur”, kata Veronika yang ketika kejadian hanya sempat lari menyelamatkan anak, dirinya dan suami ke tempat yang tinggi tanpa membawa sehelai bajupun.

Saat ini sekitar 4.728 orang pengungsi tersebut belum ada yang berani kembali ke rumah masing – masing, karena memang sudah tidak layak ditempati, juga karena mereka masih shock dan trauma, karena sejak kemarin malam hujan masih turun di kawasan Cagar Alam Cycloop, sehingga semalam air bah kembali lagi memenuhi seantero Kota Sentani meski tidak sedahsyat yang sebelumnya.

“saya milih di pengungsian sini saja dulu, tapi kami tidak bawa selimut, juga pakaian ganti, saya juga terpaksa kerepotan harus pergi jauh cari air panas kalau anak saya ingin minum susu”, kata seorang ibu kepada TIFAOnline di Posko Pengungsian BTN Graha Bintang Timur, Senin (18/3/2019).

Dimana lokasi para pengungsi terbagi di beberapa titik, diantaranya Kantor Bupati di Gunung Merah, kediaman Bupati, Summer Institute Language (SIL) Hight International School (HIS), kompleks BTN Graha Bintang Timur, BTN Gadjah Mada, Doyo dan GOR Toware Kehiran.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo usai menyambangi beberapa tempat pengungsian kepada awak media di Media Center RS Bhayangkara Kotaraja menjelaskan bahwa pihaknya telah menginventarisir sejumlah kebutuhan urgen dari para pengungsi dan sudah di bicarakan untuk segera di siapkan oleh pemerintah kerja sama dengan TNI/Polri.

“di pengungsian mereka minta masalah logistik, sanitasi, selimut juga air bersih, kita sudah rapatkan tadi, nanti Pemda bekerja sama dengan TNI/Polri akan memfasilitasi termasuk juga membangun MCK komunal sementara”, kata Doni Monardo saat jumpa pers bersama Mathius Awaitouw, Bupati Kabupaten Jayapura di Media Center RS Bhayangkara Kotaraja, Senin (18/3/2019). (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan