HEADLINESOSIAL KEMASYARAKATAN

YBM PLN Buka Posko Bencana di Yabaso, Salurkan Nasi Bungkus ke Pengungsi

YBM PLN buka posko bencana di Yabaso, salurkan nasi bungkus ke pengungsi, tampak Tim Relawan YBM PLN usai membagikan nasi bungkus ke para pengungsi di Masjid Darul Ulum Doyo Baru. (Foto : basri/ TIFAOnline)YBM PLN buka posko bencana di Yabaso, salurkan nasi bungkus ke pengungsi, tampak Tim Relawan YBM PLN usai membagikan nasi bungkus ke para pengungsi di Masjid Darul Ulum Doyo Baru. (Foto : basri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, SENTANI— Bentuk kepedulian Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik Negara Wilayah Papua dan Papua Barat (YPBM PLN WP2B) terhadap bencana banjir bandang yang tengah melanda Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019), YBM PLN menyalurkan makanan siap santap berupa nasi bungkus kepada para pengungsi di Gunung Merah maupun di Masjid Darul Ulum Doyo Baru.

Dan untuk lebih responsive memberikan dukungan kepada para korban bencana dan juga dalam rangka penggalangan dana karyawan PLN, juga telah di dirikan Posko di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kelurahan Yabaso, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura untuk melayani para korban bencana banjir bandang.

“kemarin ada dua tempat yang sempat kita sambangi dan memberikan bantuan nasi bungkus, karena kami mendapatkan informasi pasca gempa, banyak korban selamat yang belum sempat makan sejak pagi karena kepanikan dan kesibukan mencari korban, makanya kami berinisiatif menyediakan nasi bungkus untuk kurang lebih 300 orang yang mengungsi di Gunung Merah”, kata M. Farid Wajedin Kordinator Relawan YBM PLN mewakili Rachmat Nur, Manager YBM PLN WP2B dalam releasenya, Selasa (19/3/2019).

Tim Relawan YBM PLN bersama para pengungsi di gedung Dinkes Kabupaten Jayapura di Gunung Merah Sentani. (Foto : Basri/ TIFAOnline)

Di gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura di Gunung Merah Sentani terdapat kurang lebih 300 orang pengungsi baik anak kecil dan dewasa, sehingga YBM PLN menyediakan 300 nasi bungkus dengan 15 karton air mineral 600 ml.

“seluruh harta benda tidak ada yang bisa kami selamatkan, rumah kami juga sudah hancur di hantam air bah, ada sempat kami bawa beberapa lembar pakaian, karena air datang cepat sekali, dan kami lebih memilih selamatkan diri saja kemarin itu”, kata seorang Bapak yang di tuakan di antara para pengungsi di gedung Dinas Kesehatan di Gunung Merah Sentani, Senin (17/3/2019) malam.

Dari Gunung Merah Tim Relawan YBM PLN bergerak ke Doyo Baru di Masjid Darul Ulum, dimana terdapat sekitar 40 pengungsi di dalam masjid dan sekitar 100-an pengungsi yang masih bertahan menjaga rumah mereka masing – masing pasca banjir.

“kami senang sekali ada yang peduli dengan kami, karena kami memang belum makan dari siang, karena belum ada yang drop makanan kesini, kami memang di suruh pindah ke Gunung Merah, tetapi kami pikir, kalau kami tinggalkan kompleks tanpa pengawasan, siapa yang menjaga harta benda kami, karena banyak yang belum keluarkan barang dari rumah, siapa tahu pasca banjir masih ada yang bisa di pergunakan”, kata imam masjid yang mengkoordinir para korban di Doyo Baru.

Setelah membagikan 190 bungkus nasi dan 10 karto air mineral 600 ml, Koordinator Tim Relawan YBM PLN memberikan penguatan dan motivasi kepada umat muslim yang mengungsi di Masjid Darul Ulum agar tetap tabah dan sabar menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah SWT dalam menghadapi cobaan, dan hendaknya dengan adanya peristiwa ini bisa lebih meningkatkan iman dan taqwa umat islam di kompleks itu. (basri la ndika)

Tinggalkan Balasan