HEADLINEKRIMINAL

Baku Tembak di Bandara Mugi Nduga, Korban Tembak 6 Orang, 1 Anggota Brimob Gugur

Baku tembak di Bandara Mugi Nduga, korban tembak 6 orang, 1 anggota Brimob gugur, tampak Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua memberikan keterangan pers. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Baku tembak di Bandara Mugi Nduga, korban tembak 6 orang, 1 anggota Brimob gugur, tampak Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua memberikan keterangan pers. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Baku tembak antara anggota Brimob Satgas Nemangkawi Tim Belukar yang bertugas mengamankan Bandara Mugi, Kabupaten Nduga dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengklaim dirinya sebagai Tentara Pembebasan Negara Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) pimpinan Egianus Kogoya kembali terjadi Rabu (20/3/2019) pukul 07.00 WIT.

“terjadi baku tembak sekitar 30 menit di Bandara Mugi, Kabupaten Nduga, ketika itu anggota tengah melakukan pengamanan karena ada helicopter yang hendak mendarat membawa logistik, dan tiba – tiba ada suara tembakan, 3 anggota kami terkena tembakan, dimana 1 anggota meninggal dunia”, kata Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua kepada awak media di RS Bhayangkara Kotaraja, Rabu (20/3/2019) pukul 21.00 WIT.

Selain korban di pihak aparat, menurut Kabidhumas korban di kelompok KKB atau TPN-OPM juga ada 3 orang, namun hingga berita ini di naikkan, belum terkonfirmasi apakah 3 korban tersebut tewas atau hanya luka – luka.

“posisi para penyerang memang di untungkan, karena mereka kuasai medan, anggota kami Bharada Aldy meninggal dunia, sedangkan Bharada Ravi Fitrah Kurniawan mengalami luka tembak di dada kanan dan bawah ketiak, sedangkan Ipda Arif Rahman luka tembak di bahu kiri tembus punggung”, kata Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal.

Menurutnya Bharada Aldy gugur karena mengalami luka tembak pada bahu kanan yang cukup parah, sehingga tidak tertolong.

“saat ini jenazah dan dua anggota lainnya yang terluka sudah di evakuasi ke RSUD Timika, sedangkan almarhum Aldy saat ini disemayamkan di Mako Brimob Timika, besok akan di berangkatkan ke Jakarta, untuk dua orang yang terluka agar mendapatkan perawatan yang intensif”, kata Kabidhumas Polda Papua.

Bharada Aldy anggota Brimob yang baru lulus pendidikan Tamtama tahun 2018 lalu dan mendapatkan penugasan bergabung dengan Satgas Nemangkawi Tim Belukar di Papua sejak Februari 2019 lalu.

Keluarganya tinggal di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), ia merupakan salah satu kebanggaan dan harapan keluarganya, dimana Ayahnya sehari – hari berprofesi sebagai buruh di Nunukan, sebagai bentuk penghormatan kepada Bharada Aldy yang gugur dalam tugas, secara otomatis ia akan mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) satu tingkat menjadi Bhayangkar Satu (Bharatu). (walhamri wahid)

1 Komentar

  • Kalau TNPB,OPM memilikih senjata seperti tni polri bisa saja lawan dngn sehimbang namun 1 pujuk lawan 800 pujuk tentulah tdk pas…

Tinggalkan Balasan