HEADLINEPILEG

Sukseskan Pemilu di Papua, 15.000 Anggota TNI/Polri di Siapkan Amankan 15.000 TPS

Sukseskan pemilu di Papua, 15.000 anggota TNI/Polri di siapkan amankan 15.000 TPS, tampak apel gelar pasukan di kantor Gubernur, Jumat (22/3/2019) kemarin. (Foto : dok. Humas Polda Papua)Sukseskan pemilu di Papua, 15.000 anggota TNI/Polri di siapkan amankan 15.000 TPS, tampak apel gelar pasukan di kantor Gubernur, Jumat (22/3/2019) kemarin. (Foto : dok. Humas Polda Papua)

TIFAOnline, JAYAPURA— Polda Papua telah mempersiapkan kurang lebih 15.000 personel TNI/Polri untuk pengamanan Pemilu Serentak di 29 kabupaten / kota di Provinsi Papua yang sisa 26 hari lagi.

Dimana sebanyak 7.500 personel adalah anggota TNI yang diperbantukan oleh Kodam XVII/ Cenderawasih dan sisanya 7.500 personel dari anggota kepolisian yang ada di 29 kabupaten / kota di Provinsi Papua.

“ada 15.000 TPS di Papua pada 29 kabupaten / kota, jumlah 15.000 personel yang kita siapkan itu tidak ada apa – apanya bila dibandingkan dengan luas Papua”, kata Irjen (Pol) Martuani Sormin, Kapolda Papua di dampingi Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen (TNI) Yosua Pandit Sembiring dalam kegiatan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata Matoa 2019 Polda Papua di halaman kantor Gubernur Papua di Jayapura, Jumat (22/3/2019) pagi.

Kapolda Papua dan Pangdam XVIi/Cenderawasih bersama unsur Muspida siap amankan Pemilu Serentak di Papua pada 17 April 2019 mendatang. (Foto: dok. Humas Polda Papua)

Menurut Kapolda back up personel dari Kodam XVII/Cenderawasih tersebut tergelar pada 3 Korem yang ada di Papua, dan nantinya semua ikut membantu Polri dalam pengamanan Pemilu Serentak.

“nanti rekan – rekan TNI akan kita dekatkan ke markas kepolisian untuk mengantisipasi ancaman”, kata Martuani Sormin.

Menurutnya potensi ancaman pada Pemilu Serentak di Papua bukan pada saat hari pencoblosan, tetapi justru pada hari perhitungan suara.

“di daerah gunung itu kan berlaku system ikat, system noken, tentu ada potensi gesekan yang cukup tinggi antar pendukung, sehingga semua potensi tersebut harus bisa di deteksi sedini mungkin oleh anggota”, kata Kapolda Papua.

Menteri Polhukam dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kapolda Papua, mengatakan bahwa sukses tidaknya perhelatan demokrasi tahun ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, baik partai politik, penyelenggara, dan juga masyarakat termasuk juga TNI/Polri.

“Pemilu serentak tahun 2019 adalah pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 (lima) jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan, dan akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya”, kata Kapolda Papua membacakan sambutan Menkopolhukam.

Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen (TNI) Yosua Pandit Sembiring dalam sambutannya menyatakan kesiapan personelnya untuk memback-up Polri dalam pengamanan Pemilu Serentak.

“tanggung jawab pengamanan sepenuhnya di satuan TNI/Polri dan jajaran Pemda, gelar pasukan hari ini bertujuan mengetahui kesiapan personil dan materil sehingga siap dikerahkan guna mengantisipasi setiap kemungkinan permasalahan yang terjadi selama dan sesudah kegiatan Pemilu Serentak berlangsung”, kata Mayjen (TNI) Yosua Pandit Sembiring.

Apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata Matoa 2019 Polda Papua, Jumat (22/3/2019) di hadiri juga oleh Danlantamal X Jayapura, Brigjen (TNI) Marinir Nurri Andrianus Jatmika, Asisten II Setda Papua, Noak Kapisa mewakili Gubernur Papua, dan juga Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano yang diikuti oleh personel TNI/Polri, Satpam, Orari, dan Perhubungan. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan