HEADLINEPERISTIWA

Di Dapur Umum Ini, Mulai dari Makan Minum Hingga Pembalut Wanita Disediakan Bagi Pengungsi

Di dapur umum ini, mulai dari makan minum hingga pembalut wanita disediakan bagi Pengungsi, tampak petugas Dinas Sosial Provinsi Papua, William Inggabouw dengan pasukan Tagana di dapu umum HIS. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Di dapur umum ini, mulai dari makan minum hingga pembalut wanita disediakan bagi Pengungsi, tampak petugas Dinas Sosial Provinsi Papua, William Inggabouw dengan pasukan Tagana di dapu umum HIS. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, SENTANI— Keberadaan Dapur Umum di beberapa posko pengungsian bukan hanya menyediakan kebutuhan makan minum para pengungsi saja, namun mulai dari pampers, susu formula hingga pembalut wanita juga disediakan gratis bagi para pengungsi korban bencana banjir bandang Sentani yang hingga hari ini, Minggu (24/3/2019) memasuki hari ketujuh.

“kami dari Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Provinsi Papua sejak hari pertama kami sudah buka dapur umum, awalnya semua di Posko Induk Gunung Merah, tetapi sejak dua hari ini kami buka sapur umum di HIS sini”, kata William Inggabouw, penanggung jawab Dapur Umum bagi pengungsi di Hilcreest International School (HIS) Jalan Kuburan Sentani saat ditemui TIFAOnline, Minggu (24/3/2019).

Menurutnya saat ini ada 3 dapur umum serupa yang mereka buka di 3 tempat pengungsian, yakni di Posko Induk di Gunung Merah Sentani, di Summer Institute Linguistics (SIL) Internasional Sentani, dan yang ketiga di HIS.

“setiap hari kami masak untuk memenuhi kebutuhan kurang lebih 400 orang yang ada di lapangan futsal HIS ini, dengan tenaga sebanyak 10 orang, kadang juga bisa sampai 15 orang kalau ada relawan yang datang membantu, kami rutin menyediakan makanan sebanyak 3 kali sehari”, kata Inggabouw.

Dimana di pagi hari kadanag kala mereka menyediakan kue atau biscuit untuk teman ngopi atau minum teh para pengungsi sebelum masuk sarapan pagi.

“jadi sarapan pagi paling cepat jam 07.00 WIT, bisa molor juga sampai jam 09.00 WIT, untuk makan siang jam 12.00 WIT, sedangkan makan malam sudah siap biasanya dari jam 17.00 WIT”, jelas Inggabouw.

Menurutnya selain menyediakan makanan berat mereka juga rutin menyediakan snack bisa di pagi hari ataupun sore hari, tergantung dengan stok bahan makanan yang di drop dari Posko Induk ke dapur tersebut.

“kalau ada bantuan masyarakat kami berharap itu kalau ada pop mie, karena dia praktis, jadi kalau ada yang minta makanan pagi – pagi sekali, padahal sarapan belum siap, kalau ada pop mie bisa membantu mereka untuk tahan – tahan dulu”, kata William Inggabouw.

Meski kadang tidak istirahat cukup, tetapi beberapa ibu – ibu yang bertugas di dapur umum tersebut mengaku tidak pernah merasa lelah.

“mama kadang tidur kurang, biasa tengah malam ada yang minta makanan, kalau ada kami sediakan, kalau tidak ada kadang kami bangun untuk buatkan kalau masih ada bahan, saya senang saja bisa bantu mereka yang lagi kesusahan”, kata Ibu Mina salah satu juru masak di dapur umum HIS Sentani yang sehari – hari mengaku sebagai aktifis gereja, Minggu (24/3/2019). (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan