HEADLINEPERISTIWA

Misteri Jumlah Korban Banjir Bandang Sentani, Tiga Hari Ada Kantong Mayat Baru Masuk, Posko Induk Sebut Korban Tetap 105 Orang

Misteri jumlah korban banjir bandang sentani, tiga hari ada kantong mayat baru masuk, posko induk sebut korban tetap 105 orang, (ki-ka) Kombes (Pol) dr. Ramon Aninam Kabid Dokkes Polda Papua, AKBP Victor Dean Mackbon (Kapolres Jayapura), Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal (Kabidhumas Polda Papua) (Foto : Amri/ TIFAOnline)Misteri jumlah korban banjir bandang sentani, tiga hari ada kantong mayat baru masuk, posko induk sebut korban tetap 105 orang, (ki-ka) Kombes (Pol) dr. Ramon Aninam Kabid Dokkes Polda Papua, AKBP Victor Dean Mackbon (Kapolres Jayapura), Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal (Kabidhumas Polda Papua) (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, SENTANI— Sejak Jumat (22/3/2019) jumlah korban banjir bandang Sentani yang di laporkan dari Posko Induk Penanggulangan Bencana Banjir Bandang di Gunung Merah Sentani hingga hari ini Selasa (26/3/2019) tetap bertahan di 105 orang.

Padahal di hari Sabtu (23/3/2019) dari RS Bhayangkara merilis ada 2 kantong jenazah yang masuk untuk di lakukan identifikasi, demikian juga pada hari Minggu (24/3/2019) juga di laporkan ada 4 lagi kantong jenazah yang masuk ke RS Bhayangkara, tetapi di hari yang sama Posko Induk Bencana Banjir Sentani masih tetap merilis bahwa jumlah korban masih tetap 105 orang.

Namun dalam setiap jumpa pers sejak hari Sabtu dan Minggu, ketika wartawan menanyakan asal dari kantong – kantong jenazah tersebut, pihak RS Bhayangkara enggan menjelaskan asalnya, apakah sebelumnya di simpan di RSUD Yowari atau instalasi kesehatan lainnya, karena meski ada tambahan kantong jenazah, tetapi jumlah korban banjir bandang yang di rilis ke publik tidak bertambah, tetap 105 orang.

Dan pada Senin (25/3/2019) malam, kembali Tim SAR di bantu Tim K9 atau Anjing Pelacak berhasil menemukan lagi  1 jenazah yang di duga berjenis kelamin laki – laki dalam tumpukan reruntuhan bangunan dan pohon yang sudah tertimbun pasir dan dalam keadaan membusuk.

“hari ini kita temukan 1 jenazah lagi, belum di ketahui usianya, tetapi di duga laki – laki, karena kondisinya sudah membusuk, jadi kita sudah antarkan ke RS Bhayangkara untuk di identifikasi bersama dengan jenazah – jenazah lainnya”, kata AKBP Victor Dean Mackbon, Kapolres Jayapura selaku Penanggung Jawab Posko Induk Penanggulangan Banjir Sentani di Gunung Merah kepada sejumlah awak media, Senin (26/3/2019) malam.

Dan ketika di tanya apakah berarti jumlah korban banjir bandang bertambah menjadi 106, Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon tidak membenarkan namun juga tidak membantah, namun rilis jumlah korban yang diterima TIFAOnline dari Posko Induk Penanggulangan Banjir Sentani hingga Rabu (27/3/2019) pukul 01.30 WIT, dini hari ini masih tetap 105 orang.

“jumlah korban jadi seratus………. (tiba-tiba berhenti-Red), nanti kita konfirmasi lagi untuk jumlahnya yah, …”, kata AKBP Victor Dean Mackbon, Kapolres Jayapura.

Kabidhumas Polda Papua, Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal maupun Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes (Pol) dr. Ramon Aninam saat jumpa pers Selasa (26/3/2019) pukul 17.00 WIT ketika di konfirmasi soal jumlah korban yang sudah beberapa tidak bertambah juga enggan memberikan keterangan.

“kalau soal jumlah korban kami tetap merujuk pada data di Posko Induk yah, karena masih tetap 105, yang pasti jumlah kantong jenazah yang masuk ke RS Bhayangkara sampai hari ini 99 kantong jenazah, yang berhasil di identifikasi sebanyak 77 jenazah, sedangkan ada 2 kantong jenazah setelah di dalami bukanlah potong tubuh manusia, melainkan potongan tubuh hewan, dengan temuan kemarin satu lagi, jadi total jenazah yang ada di RS Bhayangkara saat ini berjumlah 20 kantong jenazah yang sedianya besok akan di kubur massal”, kata Ahmad Musthofa Kamal, Selasa (26/3/2019) pukul 17.00 WIT.

Sedangkan menurut Kabid Dokkes Polda Papua pihaknya hanya berpatokan pada jumlah kantong jenazah yang masuk ke RS Bhayangkara, menurutnya bisa jadi dari awal ada mayat yang tidak sampai ke RS Bhayangkara, karena di hari pertama beberapa mayat yang ditemukan di bawa juga ke RSUD Yowari di Sentani.

“kemungkinan bisa jadi ada duplikasi pencatatan, karena bisa saja Tim SAR melaporkan, dan dari Tim TNI juga melaporkan, jadi dobel, seperti itu bisa saja, tapi saya tidak mau komentar soal jumlah korban”, katanya.

Menurutnya hingga hari terakhir data antemortem yang di pegang berdasarkan laporan kehilangan dari warga masyarakat sejak hari pertama masih berjumlah 56 data, tetapi dari 56 data antemortem tersebut tidak ada yang cocok dengan 20 jenazah yang akan di kuburkan secara massal besok, Rabu (27/3/2019) siang. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan