HEADLINETANAH PAPUA

Sempat Terendam 1 Meter, Aktifitas di Distrik Nimbokrang Sudah Kembali Normal

Sempat terendam 1 meter, aktifitas di Distrik Nimbokrang sudah kembali normal, tampak Bupati Jayapura, Mathius Awaitouw saat memberikan keterangan pers. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Sempat terendam 1 meter, aktifitas di Distrik Nimbokrang sudah kembali normal, tampak Bupati Jayapura, Mathius Awaitouw saat memberikan keterangan pers. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, SENTANI—Beberapa kampung yang berada di Distrik Nimbokrang yang selama sepekan ini terputus karena tidak adanya akses jalan, akhirnya sejak kemarin sudah bisa di jangkau dan Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awaitouw berkesempatan untuk meninjau kondisi di daerah tersebut.

“info yang kami terima dari masyarakat dua hari lalu memang masih tergenang air 1 meter, tapi saat kami dari sana tadi sudah surut, dan aktifitas masyrakata sudah kembali berjalan normal sejak kemarin”, kata Mathias Awaitouw sekembalinya dari kunjungan kerja kepada KBR di Posko Induk Penanggulangan Bencana Banjir Bandang di Gunung Merah Sentani, Selasa (26/3/2019).

Menurut Bupati sejumlah fasilitas pemerintah juga perumahan rakyat memang ada yang mengalami rusak sedang hingga ringan, tapi semua sudah di koordinir dan diatasi oleh kadistrik setempat bersama masyarakat di sana.

“di Nimbokrang tidak ada pengungsian, saya sudah tinjau langsung, dialog dengan masyarakat, terima kasih sekali karena Kadistrik disana sudah koordinir dan atasi, tinggal nanti kalau ada biaya – biaya yang dibutuhkan atau sudah terpakai di ajukan ke Posko Induk untuk kami atasi atau gantikan segala biaya yang sudah di keluarkan”, kata Awaitouw lagi.

Lebih lanjut, Bupati Jayapura mengatakan bahwa saat ini ia sudah menugaskan jajarannya untuk mendata kerusakan yang timbul di beberapa daerah terdampak, nanti setelah selesai masa tanggap darurat 14 hari, barulah akan di ambil langkah – langkah selanjutnya untuk recovery beberapa fasilitas yang rusak”, kata Awaitouw.

Menurut Bupati daerah terdampak yang parah memang meliputi beberapa distrik yang ada dalam kota, sedangkan beberapa distrik lainnya tidak terlalu parah, hanya karena putusnya beberapa jembatan sehingga akses ke distrik terluar tidak bisa di jangkau.

“kalau distrik di luar selain Sentani, Sentani Timur, Sentani Barat, Waibu, tidak terlalu parah, kecuali di Distrik Ravenirara yang tingkat kerusakan juga cukup besar walau tidak ada korban jiwa, semua sudah kita atasi, layanan pendidikan, kesehatan, semua sudah aktif kembali sejak kemarin”, tegas Awaitouw. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan