HEADLINEPOLITIK NASIONAL

Di PSI, Anak Muda dan Perempuan Jadi Jantung Partai, Bukan Sekedar Sayap Partai

Di PSI, anak muda dan perempuan jadi jantung partai, bukan sekedar sayap partai, tampak Dara Nasution dan Azmi Abubakar, dua petinggi DPP PSI saat berorasi depan kader - kader PSI di Jayapura. (Foto : Amri/ TIFA Online)Di PSI, anak muda dan perempuan jadi jantung partai, bukan sekedar sayap partai, tampak Dara Nasution dan Azmi Abubakar, dua petinggi DPP PSI saat berorasi depan kader - kader PSI di Jayapura. (Foto : Amri/ TIFA Online)

TIFAOnline, JAYAPURA— Selama ini anak muda dan perempuan di banyak partai politik hanya dijadikan sebagai pengurus organisasi sayap partai politik, dan membutuhkan waktu yang lama kalau tidak memiliki modal memadai dan koneksi dan nepotisme yang kuat dengan petinggi – petinggi partai, bahkan mungkin tidak akan pernah masuk dalam lingkaran pengambil keputusan di dalam partai.

Hal tersebut di sampaikan oleh Dara Nasution, Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) dalam lawatannya ke Jayapura dalam agenda Safari Toleransi PSI ke Kota Jayapura di Kafe Resistance Ruko pasifik Permai Dok II Jayapura, Senin (1/4/2019).

“di PSI, anak muda dan perempuan benar – benar menjadi jantungnya partai, di partai lain sejak dulu kita saksikan anak muda dan perempuan hanya di jadikan pengelola organisasi sayap partai, dan perempuan sekedar pelengkap untuk memenuhi syarat, bahkan di PSI orang biasa, bukan orang terkenal, bukan anak pejabat, tidak punya kekayaan juga bisa menjadi caleg unggulan dan berperan banyak di dalam partai, karena proses rekrutmen caleg di lakukan secara terbuka dan transparan”, kata Dara Nasution yang merupakan salah satu politisi perempuan termuda di Indonesia karena usianya kini masih 23 tahun.

Menurutnya selama ini bila kita bukan kerabat petinggi partai, tidak memiliki modal memadai, jangan harap bisa masuk ke dalam jantung partai, sekalipun kita memiliki kapasitas dan kompetensi.

Karena menurutnya saat ini banyak di praktekkan oleh partai – partai politik yang sudah mapan, penentuan daftar caleg di warnai dengan nuansa KKN, karena mulai dari anaknya Ketua, keponakannya Ketua, istri Ketua, menjadi pertimbangan dalam menentukan caleg.

“PSI hadir untuk membongkar semua praktek – praktek politik yang jauh dari kata demokratis, memberantas demokrasi dan nasionalisme gadungan yang sudah di pertontonkan selama ini”, tegas Dara Nasution lagi.

Menurutnya PSI hadir bukan hanya ingin menjadikan anak muda dan perempuan sebagai objek apalagi sebagai alat pengepul suara, dalam program yang di tawarkan juga PSI maju dengan serangkaian program yang berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan bagi generasi muda dan perempuan.

“bentuk keberpihakan dan benar – benar menjadikan anak muda khususnya perempuan sebagai motor dan jantung dari partai, saat ini secara aturan menentukan kuota perempuan 30 %, di PSI mulai dari pengurus, sampai komposisi caleg, perempuan sebesar 45 %, jadi bukan pelengkap”, kata Dara Nasution yang juga caleg dari PSI Dapil Sumatera Utara nomor urut 01. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan