HEADLINEPOLITIK NASIONAL

Siang Ini Safari Toleransi PSI di Kafe Resistance Jayapura, Hadirkan Salah Satu Caleg Terbaik Pilihan Majalah TEMPO

Siang ini Safari Toleransi PSI di Kafe Resistance Jayapura, hadirkan salah satu caleg terbaik pilihan majalah TEMPO, (kiri) Dara Nasution, (kanan) Azmi. (Foto : Amri / TIFAOnline)Siang ini Safari Toleransi PSI di Kafe Resistance Jayapura, hadirkan salah satu caleg terbaik pilihan majalah TEMPO, (kiri) Dara Nasution, (kanan) Azmi. (Foto : Amri / TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Untuk terus mengkampanyekan komitmen melawan intoleransi yang kian marak di Indonesia beberapa waktu ini, Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) menggelar Safari Toleransi di 25 kota di Indonesia, salah satunya di Kota Jayapura.

“hari ini kita akan menggelar kegiatan Safari Toleransi PSI, jam 14.00 WIT di Café Resistance Ruko Pasifik Dok II Jayapura, ada dua pemateri yang kami hadirkan nanti yaitu Bro Azmi, merupakan caleg terbaik pilihan Majalah TEMPO dan juga Sist Dara Nasution, keduanya jubir PSI dan juga caleg DPR RI dari Dapil Banten dan Sumatera”, kata Danial, S.Kom, Ketua DPD PSI Kota Jayapura sebagai tuan rumah Safari Toleransi kepada TIFAOnline melalui saluran telepon, Senin (1/4/2019).

Dua pembicara dari DPP Azmi (paling kanan) bersama Dara Nasution ketika di jemput pengurus PSI Papua di Bandara Sentani. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Untuk itu ia mengundang generasi milenial yang senang berdiskusi dan tukar pikiran terkait persoalan – persoalan bangsa untuk bisa hadir bersama – sama kader PSI Papua lainnya di Café Resistance yang berlokasi di belakang kantor KADIN Papua di kompleks Ruko Pasifik Permai Dok II Jayapura.

Dara Nasution, Jubir PSI Bidang Pemuda dan Perempuan saat ditemui TIFAOnline di salah satu hotel di Sentani, Senin (1/4/2019) menjelaskan bahwa Safari Toleransi PSI adalah bentuk kampanye dialogis yang di rancang khusus untuk lebih membangun komitmen sesama anak bangsa untuk melawan intoleransi yang kian marak.

“kita memberi nama ini toleransi, karena PSI partai yang sangat berkomitmen melawan intoleransi yang makin parah, kita saat ini lihat agama di politisisasi, suku agam dan ras juga di politisasi, sehingga kita merasakan kian pudarnya semangat toleransi diantara kita”, kata Dara Nasution yang juga adalah caleg Psi untuk DPR RI Dapil Sumatera III Nomor Urut 01.

Menurut berempuan berjilbab yang sebelumnya adalah peneliti dan konsultan politik di Saiful Mujani Research Center (SMRC) itu kegiatan Safari Toleransi tersebut di rancang untuk mendidik masyarakat agar dalam menentukan pilihan agar bisa lebih rasional.

“ini bentuk edukasi politik PSI ke Publik, kita ingin masyarakat jadi pemilih rasional yang memilih berdasarkan gagasan dan program, karena belakangan ini kita lihat parpol kampanye akbarnya itu sering kali tidak substantive, hanya di isi dengan panggung dangdut dan bagi sembako, jarang mengulik program dan gagasan, jadi kita ingin memulai pendidikan politik ke public lewat Safari Toleransi ini”, kata Dara Nasution.

Format yang di tawarkan oleh Psi lewat forum ini nantinya para caleg dari semua tingkatan mulai dari DPRD Kota, DPR Provinsi termasuk juga DPR RI bisa memaparkan konsep dan ide ataupun gagasannya, dan publik yang hadir diberikan ruang untuk mengoreksi, mengkritisi dan menanggapi, bahkan juga tukar pikiran sehingga terjadi proses interaksi antara caleg dan konstituen.

“kedatangan kami juga ke Jayapura ini dalam rangka mengklarifikasi dan meluruskan informasi ataupun pemebritaan miring dan hoax tentang PSI tentunya”, kata Dara Nasution.

Azmi, jubir PSI Bidang Solidaritas Kebangsaan, seorang aktifis dari Aceh yang selama ini telah berjuang untuk mengikis intoleransi dan merawat kebangsaan melalui pendirian Museum Pustaka Peranakan Tionghoa yang juga adalah caleg PSI untuk DPR RI dari Dapil Banten III Tangerang Raya juga melihat kondisi serupa juga sudah mulai terjadi di Papua.

Menurutnya intoleransi mulai menggerus semangat persaudaraan dan kebangsaan Indonesia, sehingga PSI ingin ikut ambil bagian bagaimana untuk merawat dan mengembalikan semangat toleransi yang selama ini terjalin baik di antara sesama anak bangsa.

“kalau kita melihat Papua ini adalah saudara kandung kita yang makin hari makin menipis juga semangat toleransinya dengan masuknya berbagai kelompok dan kepentingan, karena kita hanya tahu Papua tapi kita tidak berusaha tahu mendalam, integrasi Papua itu harus menyeluruh, tidak hanya mengintegrasikana harta – hartanya saja, tapi perasaan orang Papua juga”, kata Azmi yang pada Senin (11/3/2019) lalu ditetapkan bersama 5 orang lainnya sebagai caleg DPR RI terbaik pilihan Majalah TEMPO karena terbukti sudah memiliki karya dan cipta sebelum terjun sebagai caleg DPR RI.

Menurut Azmi, apa yang saat ini dirasakan rakyat Indonesia adalah akibat dari Orde Baru selama 30 tahun lebih, dan PSI berkomitmen menyelesaikan sekuat – kuatnya, karena ini adalah tanggung jawab semua anak bangsa.

“kita rasakan persaudaraan kita makin kurang, jadi hari ini kita ke Jayapura untuk pererat silaturahmi, persaudaraan dengan saudara kita disini”, kata Azmi.

Menurutnya persoalan integrasi Papua selama ini tidak bisa hanya di lihat sebagai hitam putih saja, karena faktualnya orang asli Papua masih merasakan diskriminasi dan kurangnya perhatian.

“persoalan mendasar adalah perhatian, bagaimana selama ini Orang Asli Papua (OAP) mengalami diskriminasi yang luar biasa, tidak hanya orangnya, tetapi juga alamnya, dan kami dari PSI juga ingin jadi bagian penting dalam penyelesaian masalah tersebut, dan masalah ini sudah tidak bisa di tutupi lagi”, tegas Azmi. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan