HEADLINEPILEG

Pemda Keerom Gelontorkan Dana Hibah Rp 1,8 Miliar Untuk KPU

Pemda Keerom gelontorkan dana hibah Rp 1,8 miliar untuk KPU, tampak Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH di dampingi Sekda Blasius Waluyo Sejati dan Kepala BKAD Trisiswanda Indra saat penanda tanganan NPHD bersama Ketua KPU Keerom Kornelis Watkaat yang di dampingi Sekretaris KPU Keerom, Noak Wasanggai. (Foto : ist/ TIFAOnline)Pemda Keerom gelontorkan dana hibah Rp 1,8 miliar untuk KPU, tampak Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH di dampingi Sekda Blasius Waluyo Sejati dan Kepala BKAD Trisiswanda Indra saat penanda tanganan NPHD bersama Ketua KPU Keerom Kornelis Watkaat yang di dampingi Sekretaris KPU Keerom, Noak Wasanggai. (Foto : ist/ TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM— Bentuk komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom untuk mendukung suksesnya agenda nasional Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak pada 17 April 2019 mendatang, Bupati Kabupaten Keerom Muh. Markum, SH, MH dan Ketua KPU Keerom Kornelis Watkaat telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di ruang rapat Bupati Keerom, Selasa (2/4/2019) sore.

“kami mengucapkan terima kepada Bupati Keerom yang telah menunjukkan komitmennya untuk sukseskan Pemilu dengan memberikan bantuan dana hibah bagi KPU Keerom, karena memang sesuai kondisi geografis dan kebutuhan daerah, alokasi dana yang di berikan oleh KPU RI masih belum memadai, kemarin sore kita sudah tanda tangan NPHD di kantor Bupati, nilainya kurang lebih 1,8 Miliar”, kata Kornelis Watkaat saat di konfirmasi TIFAOnline melalui pesan WhatsApp, Rabu (3/4/2019).

Sebelumnya, menurut Ketua KPU Keerom salah satu kebutuhan mendesak adalah memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada penyelenggara di tingkat bawah khususnya PPS dan KPPS karena dengan adanya 5 surat suara yang di pilih secara serentak untuk pertama kalinya, maka sudah pasti tingkat kerumitan dalam administrasi dan pengisian formulir juga makin bertambah, sehingga dengan alokasi dana untuk Bimtek yang disediakan oleh KPU RI dirasa masih kurang.

“kita akan segera melaukan Bimtek kepada penyelenggara di tingkat bawah, karena dari KPU RI pelatihan itu hanya 3 kali, bagi kami itu belum memadai, makanya kita akan buat beberapa kali, karena ketersediaan SDM yang ada juga kan tidak merata, jadi kita harus pastikan bahwa mereka benar – benar menguasai”, kata Kornelis Watkaat.

Menurutnya pengajuan dana hibah kepada Pemda yang di ajukan oleh KPU Keerom dan di jawab oleh Bupati Keerom sebesar Rp. 1,8 Miliar tersebut sebelum adanya penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perubahan (DPTHP) tahap 3 yang baru di tetapkan oleh KPU, Selasa (2/4/2019) kemarin, dimana ada penambahan pemilih sekitar 2.012 orang.

“diharapkan dalam sela – sela Pemilu ini apabila dana DIPA KPU dan dana hibah dari Pemda Keerom belum mengcover semua program dan kegiatan, kami berharap Pemda dapat menambah dana hibah lagi kepada KPU Keerom, mengingat adanya penambahan DPTHP 3 berkonsekuensi pada penambahan TPS dan beban anggaran lainnya termasuk terkait dengan honor KPPS dan operasional pembuatan 7 TPS tambahan pasca putusan MK dan Surat Edaran KPU RI”, kata Kornelis Watkaat dalam pesan WhatsApp-nya.

Trisiswanda Indra, Kepala Badan Keuangan dan Asset Daerah (BKAD) Kabupaten Keerom saat di konfirmasi TIFAOnline, Rabu (3/4/2019) malam, menjelaskan bahwa proses pencairan nantinya bertahap dan diharapkan dapat dipergunakan dengan benar dan seefisien mungkin untuk sukseskan agenda Pemilu di Keerom.

“dalam dua tahap pencairannya nanti, termin pertama sebesar Rp. 1 miliar, dan sisanya Rp. 800 juta akan dicairkan setelah KPU menyerahkan LPJ pencairan termin pertama”, jawab Kepala BKAD melalui pesan WhatsAppnya ketika di tanya soal kapan dan bagaimana mekanisme pencairan dana hibah dimaksud. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan