HEADLINEHUKUM & HAM

Ada Pihak Yang Ingin Mainkan Isu SARA di Papua Jelang Pilpres

Ada pihak yang ingin mainkan isu SARA di Papua jelang Pilpres, tampak Yonas Nussy, anggota DPRP. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Ada pihak yang ingin mainkan isu SARA di Papua jelang Pilpres, tampak Yonas Nussy, anggota DPRP. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Rangkaian peristiwa berbau SARA yang terjadi di Papua sejak awal tahun 2019 lalu menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yonas Nussy patut di duga adalah sebuah bagian scenario besar dari kelompok – kelompok tertentu yang ingin memicu kekacauan di beberapa daerah di Indonesia jelang Pilpres 17 April 2019.

“mulai dari insiden di Koya pada Rabu (27/2/2019), terus yang kemarin di Boven Digoel yang juga berbau SARA, semua fenomena ini harus kita cermati, terlepas dari fakta lapangannya rangkaian peristiwa di maksud adalah tindak criminal menurut aparat kepolisian, bila kebersamaan, persaudaraan dan rasa cinta damai di antara sesama warga di Papua tidak kuat, kasus – kasus berbau SARA tersebut berpotensi di tunggangi”, kata Yonas Nussy, anggota Komisi I yang membidangi Hukum, HAM dan Pemerintahan DPRP Papua dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Hentikan Kekejaman di Boven Digole Papua di kantor Perhimpunan Advokasi Kebijakan Hak Azasi Manusia (PAK HAM) Papua, Padang Bulan, Kamis (4/4/2019).

“kami melihat kondisi kekacauan negeri ini jelang Pilpres, dengan berbagai cara ada pergerakan kelompok – kelompok besar di Repulik ini yang mainkan peran, kemungkinan seperti itu, tapi kita di Papua dengan kecakapan aparat TNI/Polri mampu menangkap setiap pergerakan yang di lakukan, terakhir yang di Boven Digoel kemarin”, kata Yonas Nussy lagi.

Menurutnya upaya memancing emosional rakyat Papua seakan terus di lakukan, bukan hanya secara kekerasan fisik, tetapi juga hoax sangat banyak, dan menurutnya kondisi tersebut bukan hanya terjadi di Papua, tapi juga di daerah lain di Indonesia.

Seperti yang terjadi di Papua pada awal Februari 2019 lalu, dimana kelompok Jafar Umar Thalib (JUT) telah melakukan tindak kekerasan terhadap rumah salah satu warga yang memutar lagu – lagu dengan pengeras suara yang kebetulan bersebelahan dengan masjid.

Dan yang terbaru di Boven Digoel, Senin (1/4/2019) sekelompok pemuda dari suku tertentu yang berada dalam pengaruh miras telah menganiaya beberapa anak – anak di daerah itu sehingga di kabarkan ada yang luka – luka bahkan ada yang meninggal 2 orang.

Sehingga selama dua hari kondisi di Kabupaten Boven Digoel sempat tegang, karena masyarakat asli Boven Digoel yang terdiri dari 4 suku memberikan ultimatum agar suku tertentu yang di duga daerah asal para pelaku kekerasan tersebut untuk segera meninggalkan Kabupaten Boven Digoel.

Namun kondisi di Kabupaten Boven Digoel per hari ini, Kamis (4/4/2019) telah berangsur – angsur pulih, meski sempat terjadi pembakaran terhadap salah satu rumah warga dan pemalangan ruas jalan di kota tersebut, namun polisi sudah berhasil menangani dan memastikan bahwa insiden tersebut murni criminal dan tidak ada hubungannya dengan SARA. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan