HEADLINEPERISTIWA

Kasus Boven Digoel, Anggota DPRP Minta Tidak Merembet ke Daerah Lain, Polisi Pastikan Kriminal Murni, Ini Tanggapan Ketua IKT dan DPN GERCIN

Kasus Boven Digoel, anggota DPRP minta tidak merembet ke daerah lain, Polisi pastikan kriminal murni, ini tanggapan Ketua IKT dan DPN GERCIN, tampak beberapa pemateri dalam FGD di kantor PAK HAM Papua soal Boven Digoel, Kamis (4/4/20190. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Kasus Boven Digoel, anggota DPRP minta tidak merembet ke daerah lain, Polisi pastikan kriminal murni, ini tanggapan Ketua IKT dan DPN GERCIN, tampak beberapa pemateri dalam FGD di kantor PAK HAM Papua soal Boven Digoel, Kamis (4/4/20190. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang membidangi masalah hukum, HAM dan pemerintahan, Yonas Nussy minta agar masyarakat tidak terpancing dengan insiden yang terjadi di Kabupaten Boven Digoel, Selasa (2/4/2019) lalu.

Apalagi sampai mengkait – kaitkan insiden dimaksud dengan isu – isu SARA, karena menurutnya kasus di Boven Digoel adalah criminal murni yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang dalam pengaruh miras, dan telah di tangani oleh kepolisian.

“saya pikir kalaupun kemarin ada informasi dan pernyataan sikap dari beberapa suku di sana, itu kita maklumi mereka dalam suasana emosi dan amarah, jadi kita tidak perlu membesar – besarkan hal itu, karena Boven sudah kondusif, dan aparat keamanan sudah tangani dengan baik”, kata Yonas Nussy.

Menurutnya setelah ia melakukan serangkaian komunikasi dan verifikasi serta meminta keterangan dari sejumlah pihak di Kabupaten Boven Digoel, ia memastikan bahwa insiden di Kabupaten Boven Digoel yang telah menewaskan 1 orang anak – anak adalah kasus kriminal murni yang di pengaruhi miras.

“saya memang belum sampai ke sana, tapi saya sudah berkomunikasi dengan Bupati, Kapolres, dan saya juga cross check ke perwakilan masyarakat adat, termasuk struktur pengurus Barisan Merah Putih di sana, dan menurut kepolisian setempat, tindakan penganiayaan yang di lakukan oleh beberapa pemuda terhadap 3 orang anak – anak yang di kabarkan satu orang meninggal, adalah kriminal murni, pelaku dan beberapa orang temannya dalam pengaruh miras dan melakukan penganiayaan”, kata Yonas Nussy usai kegiatan Focuss Group Discussion (FGD) dengan thema “Hentikan Kekejaman di Boven Digoel, Papua” yang di gelar di kantor Perhimpunan Advokasi Kebijakan Hak Azasi Manusia (PAK HAM) Papua di Padang Bulan, Abepura, Kamis (4/4/2019).

FGD yang di fasilitasi oleh PAK HAM Papua tersebut menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Titus Natkime dan Yules Ongge selaku pendiri PAK HAM Papua, Hendrik Yance Udam, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Cinta Indonesia (GERCIN), Wakil Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua dan juga anggota Komisi I DPRP, Yonas Nussy.

“tujuan kegiatan ini yang pasti bagaimana kita meluruskan informasi yang berkembang saat ini, seolah – olah telah terjadi konflik antar suku di sana, apalagi sampai terjadi pernyataan sikap dari masyarakat setempat terhadap kelompok suku tertentu untuk meninggalkan Kabupaten Boven Digoel, makanya kami dari PAK HAM Papua memfasilitasi FGD ini”, kata Matius Murib, Direktur PAK HAM Papua.

Daud Wija, Wakil Ketua IKT Papua sangat menyayangkan dan meminta maaf atas insiden yang terjadi di Boven Digoel apalagi di duga pelakunya adalah warga masyarakat dari paguyuban yang di pimpinnya.

“bagi kami yang sudah lahir besar, beranak cucu di Papua, dimana bumi di pijak di situ langit di junjung, kami pastikan bahwa tindakan pelaku bukanlah atas inisiatif dari IKT, apalagi mewakili hati nurani warga Toraja seluruhnya, kami pastikan itu adalah criminal murni, yang dilakukan oleh beberapa oknum pemuda dalam keadaan mabuk, kami meminta agar aparat hukum memproses hukum dengan seadil – adilnya”, kata Daud Wija.

Ia mengaku sangat kaget mendengar informasi tentang kejadian tersebut, apalagi pelaku di duga adalah warga masyarakatnya, karena menurutnya selama ini warga Toraja yang sudah mukim di Papua puluhan tahun tidak pernah buat onar, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang Papua, anak remaja pula.

“saya belum bisa memastikan, apakah para pelaku ini memang mukim dan menetap di sana sudah lama, atau hanya warga kami yang nomaden, artinya mereka datang terus pergi lagi, karena dalam waktu dekat ini pengurus IKT Papua baru berencana ke sana untuk mencari tahu”, kata Wakil Ketua IKT Papua menyesalkan tindakan tersebut.

Untuk itu ia mewakili keluarga besar IKT memohon maaf kepada keluarga korban, namun ia berharap kasus tersebut tidak di generalisir dan mendiskreditkan warga masyarakat Toraja yang ada di Boven Digoel khususnya dan di Papua umumnya, karena yang terjadi adalah criminal murni  yang di lakukan oleh oknum warga masyarakat yang kebetulan berasal dari suku Toraja.

“terima kasih kepada Bupati Boven Digoel, kepolisian, yang sudah sigap, dan melindungi warga kami di Boven, sehingga tidak terjadi hal – hal yang tidak di inginkan, kami juga berterima kasih kepada tokoh adat, tokoh agama yang masih berpikir jernih baik di Boven maupun di Jayapura dan Papua yang melihat kasus ini secara proporsional, dan sama – sama kita dorong kasus ini di tangani oleh aparat kepolisian”, kata Daud Wija lagi.

Ketua DPN GERCIN, Hendrik Yance Udam sangat menyayangkan insiden yang terjadi di kampung halaman istrinya itu, karena informasi yang beredar di sosial media terkesan ingin membenturkan kelompok masyarakat dengan isu – isu SARA. Padahal menurutnya yang terjadi di Boven Digoel adalah kriminal murni yang di lakukan oleh beberapa pemuda yang dalam pengaruh miras.

“ini akar masalahnya kan miras, jadi kita dukung kepolisian lakukan pendekatan hukum positif, selain itu juga perlu di lakukan pendekatan dialogis lintas suku di sana, untuk merawat dan mengembalikan persaudaraan yang sudah terjalin sebelumnya”, kata Hendrik Yance Udam dalam pemaparannya di kantor PAK HAM Papua, Kamis (4/4/2019).

Ia juga menghimbau agar seluruh komponen masyarakat di Papua harus tetap menjaga persaudaraan, kebersamaan yang sudah terbangun baik selama ini di Papua, tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras.

“kita harus jaga Papua agar tetap jadi miniaturnya Indonesia, barometer toleransi dan persaudaraan yang kuat di Indonesia, jangan mau Papua dijadikan seperti air dalam baskom yang selalu di goyang – goyang oleh kepentingan tertentu”, tegas Hendrik Yance Udam.

Yules Ongge dan Titus Natkime, selaku pendiri PAK HAM Papua yang saat ini di pimpin oleh Matius Murib menegaskan bahwa kehadiran LSM yang di dirikannya itu tidak hanya focus pada kasus – kasus pelanggaran HAM besar di Papua, namun juga terus berupaya memediasi dan mencari solusi kasus – kasus yang berpotensi pelanggaran HAM maupun criminal yang terjadi di masyarakat juga.

“PAK HAM selalu melihat dari mana persoalan muncul, apa penyebabnya, dan bagaimana proses penyelesaiannya di lakukan, dan kami akan kawal sampai tuntas prosesnya”, kata Yules Ongge.

Ia juga memastikan bahwa insiden yang terjadi di Boven Digoel bukanlah sebuah peristiwa terkoordinir, terstruktur, tetapi adalah peristiwa insidentil yang tidak di harapkan semua pihak, oleh oknum – oknum yang berada di bawah pengaruh miras.

Polda Papua dalam releasenya menjelaskan bahwa insiden Boven Digoel yang terjadi Selasa (2/4/2019) pukul 02.30 WIT, bermula ketika 3 orang remaja yang melewati Jalan David Ugo, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Papua seitar pukul 02.30 WIT berbicara dengan suara keras melintasi segerombolan pemuda yang tengah miras.

Entah bagaimana sehingga terjadi cekcok antara beberapa pemuda yang tengah miras dengan ketiga remaja yang melintas tersebut dan berujung pada perkelahian yang tidak seimbang, sehingga 1 orang dikabarkan meninggal dunia dan dua lainnya luka – luka.

Mengetahui insiden tersebut pihak keluarga korban dan warga setempat akhirnya melakukan aksi protes dengan melakukan blokadi jalan bahkan sempat melakukan pembakaran terhadap satu unit rumah yang di duga adalah milik pelaku.

Namun menurut keterangan Polda Papua kondisi sudah kondusif dan sebanyak 4 orang pelaku telah di amankan oleh kepolisian setempat untuk di proses lanjut. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan