HEADLINEPOLITIK LOKAL

Calon Anggota DPD RI Ini Akan Perjuangkan Pendamping Dana Desa Jadi Ujung Tombak Pembangunan Kampung

Calon anggota DPD RI ini akan perjuangkan pendamping dana desa jadi ujung tombak pembangunan kampung, tampak Habelino Sawaki, SH, M.Si (HAN). (Foto : ist/ TIFAOnline)Calon anggota DPD RI ini akan perjuangkan pendamping dana desa jadi ujung tombak pembangunan kampung, tampak Habelino Sawaki, SH, M.Si (HAN). (Foto : ist/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Keberadaan tenaga pendamping kampung saat ini yang juga banyak di isi oleh anak – anak asli Papua semestinya bisa dioptimalkan dan diberikan perhatian lebih untuk menjadi penggerak pembangunan di kampung.

“sebagai calon anggota DPD RI, saya sudah berkeliling ke banyak daerah di Papua, dan banyak duduk serta dengar keluhan para pendamping kampung, mereka di tuntut maksimal untuk melaksanakan tugasnya mendampingi, tapi perhatian terhadap mereka amasih kurang, bahkan beberapa ada yang merasa di abaikan”, kata Habelino Sawaki, SH, M.SI (HAN) calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nomor Urut 24 dari Daerah Pemilihan Papua, dalam release yang di kirimkan ke TIFAOnline, Jumat (5/4/2019) kemarin.

Menurutnya para pendamping kampung yang ada saat ini sebagian besar anak asli Papua yang juga berhubungan langsung dengan masyarakat asli Papua di kampung – kampung, sehingga menurut Habelino Sawaki semestinya mereka juga diberikan perhatian lebih.

“marginalisasi yang sedang terjadi di Papua ini kan dialami oleh sebagian besar OAP yang tinggal di kampung – kampung, jadi mestinya para pendamping ini dimaksimalkan sebagai ujung tombak pembangunan di kampung”, tegas Habelino Sawaki .

Menurutnya pemerintah daerah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota harus bisa melihat para pendamping sebagai aset yang bisa digerakan sebagai suksesor pembangunan.

“Mereka ini tinggal di kampung – kampung melakukan transfer wawasan, ide dan pemikiran serta skill kepada masyarakat, mereka tidak hanya mendampingi dan mengawasi pemanfaatan dana desa tapi lebih dari itu mereka bisa jadi akselerator pembangunan”, tegasnya lagi.

Ia mengaku banyak mendengar keluhan para pendampingi kampung, bagaimana tunjangan mereka habis hanya untuk transportasi turun ke daerah dimana mereka ditugaskan.

“Mereka juga punya keluarga yang perlu mereka perhatikan. Bagaimana mungkin kita ingin memberdayakan masyarakat tetapi para pendamping tidak kita berdayakan terlebih dahulu”, kata Habelino Sawaki yang mempunyai komitmen bila kelak duduk di kursi Senator ia akan mendorong bagaimana tenga pendamping kampung menjadi salah satu akselerator percepatan pembangunan di daerah yang harus di optimalkan baik kinerja maupun perhatian terhadap mereka. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan