EDUKASI PEMILIHHEADLINE

Pemilu Run di Keerom, Wakapolres Keerom Janji Akan Tindak Tegas Tindak Pidana, Bawaslu Bilang Tanpa Form C6, Tetap Bisa Coblos Asal Bawa KTP atau KK

Pemilu Run di Keerom, Wakapolres Keerom janji akan tindak tegas tindak pidana, Bawaslu bilang tanpa form C6, tetap bisa coblos asal bawa KTP atau KK, tampak Ketua KPU Keerom, Ketua Bawaslu dan Wakapolres Keerom sesaat sebelum melepas rombongan Pemilu Run KPU Keerom, Sabtu (6/4/2109)Pemilu Run di Keerom, Wakapolres Keerom janji akan tindak tegas tindak pidana, Bawaslu bilang tanpa form C6, tetap bisa coblos asal bawa KTP atau KK, tampak Ketua KPU Keerom, Ketua Bawaslu dan Wakapolres Keerom sesaat sebelum melepas rombongan Pemilu Run KPU Keerom, Sabtu (6/4/2109)

TIFAOnline, KEEROM—  Kepolisian Resort Keerom menyatakan pihaknya akan menindak tegas setiap tindak pidana pemilu, untuk itu kepada setiap warga masyarakat yang mengetahui adanya tindak pidana pemilu tidak usah segan – segan untuk mengadukan hal tersebut sesuai dengan mekanisme yang ada sebagaimana diatur dalam peraturan perundang – undangan, dimana jajaran Polres Keerom bersama Bawaslu dan juga Kejaksaan Negeri menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Sentra Gakkumdu yang sudah dibentuk.

“kami himbau kepada semua pihak, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat untuk menjaga situasi dan keamanan, apabila ada hal – hal yang menjurus pada tindak pidana, kami pihak Polri akan mengambil tindakan tegas, mari kita sukseskan Pemilu 2019 yang aman dan lancar serta dapat menciptakan kedamaian di daerah Papua khususnya di wilayah Keerom”, tegas Kompol Junus Poceratu dalam release Polda Papua, Minggu (7/4/2019).

Sebagaimana release yang dikirimkan Bidang Humas Polda Papua, hal tersebut di sampaikan Kompol Junus Poceratu, Wakapolres Keerom ketika bersama – sama KPU dan Bawaslu Keerom melepas kegiatan Pemilu Run yang di gelar oleh KPU Keerom, Sabtu (6/4/2019).

“Polres Keerom berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu yang aman, damai di Kabupaten Keerom, untuk itu jajaran Polres Keerom menghimbau seluruh masyarakat yang ada di Keerom ikut menjaga situasi kamtibmas jelang Pemilu pada 17 April 2019 mendatang”, kata Wakapolres Keerom lagi.

Pemilu Run yang di gelarv oleh KPU Keerom mengambil start di halaman Kantor Otonom dan finish di kantor KPU Keerom di Jalan Kelapa, Kampung Asyaman, Arso Swakarsa, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Pemilu Run yang di lepas oleh Ketua KPU Keerom, Kornelis Watkaat, mengambil tema : Pemilu Berdaulat, Negara Kuat yang di ikuti oleh beberapa pejabat Polres Keerom diantaranya  AKP Hardi, Kabag Ops Polres Keerom, Natalia Yonggom, Ketua Bawaslu Keerom, Frengki Tiwe, Komisioner KPU Keerom Divisi SDM, Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), yang di ikuti oleh sejumlah masyarakat dan pemilih pemula, serta sejumlah pengurus partai politik yang ada di Kabupaten Keerom.

“kegiatan Pemilu Run ini di gelar untuk mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu guna mendorong tingkat partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini”, kata Kornelis Watkaat, Ketua KPU Keerom dalam sambutannya sebagaimana release yang diterima dari Bidang Humas Polda Papua.

Pada kesempatan itu juga Ketua KPU Keerom menghimbau kepada masyarakat untuk pro aktif melihat dan memeriksa apakah nama mereka ada dalam DPT dan berada di TPS berapa sehingga saat hari H tidak kelabakana untuk mencari lokasi pencoblosan.

“pada 17 April mendatang setiap pemilih akan dapat 5 surat suara, yakni untuk pemilihan Presiden – Wakil Presiden, surat suara untuk pemilihan DPR RI, DPD RI, DPRP dan DPRD Kabupaten Keerom”, kata Kornelis Watkaat lagi.

Ia juga menghimbau agar masyarakat dan khususnya para partai politik dan caleg hindari money politik, dan tidak mudah terhasut atau terpancing oleh isu hoax dan SARA.

“cari tahu dan kenali pasangan calon Presiden dan Wapres yang ada, pelajari visi misinya, dan pilihlah sesuai hati nurani, jangan terpancing dengan rayuan dan janji politik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”, kata Ketua KPU Keerom lagi.

Ketua Bawaslu Keerom, Natalia Yonggom dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau setiap tahapan Pemilu yang tengah berjalan di Keerom.

“saat ini masih pada tahapan kampanye rapat terbuka yang akan berakhir pada tanggal 13 April 2019, maka setelah berakhirnya kampanye terbuka agar bersama – sama mengawasi untuk tidak ada aktifitas berkampanye serta dapat menurunkan baliho – baliho caleg yang masih terpasang”, kata Natalia.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat di Keerom yang memiliki hak pilih agar menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab dan jangan Golput.

“jangan Golput dengan alasan beda pilihan, beda pendapat, ataupun dengan alasan tidak mendapatkan undangan C6, saya sampaikan kembali bahwa undangan C6 itu bukan syarat utama untuk bisa memilih di TPS, namun apabila sudah terdaftar di DPT serta dapat menunjukan KTP maupun KK maka kita bisa memberikan hak suara”, kata Natalia Yonggom. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan